Ketua DPRD Matim, "TNI dan POLRI Akan Turun di Lokasi Pembebasan Lahan Desa Watu Mori"

Manggarai Timur,NTT,Jendelaindo - Ketua DPRD Matim, heremias Dupa S.I.Kom pantau lokasi jembatan wae musur Desa Watu Mori, kecamatan Rana Mese, kabupaten Manggarai Timur, NTT. Selasa/20/10/2020

Diketahui bangunanan jembatan itu dibuat tahun 2017 lalu dengan pagu anggaran Rp.7 M. Jembatan itu menghubungkan kampung Desa Watu Mori dan beberapa Desa sebelah Wae musur yang sering disebut Torok Golo. Dalam sejarah jembatan yang dibangun itu dulunya tempat barter ubi dengan ikan antara warga masyarakat sebelah Wae Musur (Masmur) dengan warga Borong.

Hingga saat ini jembatan itu tidak digunakan lantas ada 5 warga yang meminta kerugian kepada Pemda untuk Pembebasan Lahan.

Menyikapi hal itu, ketua DPRD Matim Heremias Dupa S.I.Kom, kepada media ini mengatakan pihaknya sangat kesal dengan warga yang dinilai menghambat roda pembangunan.

"Persoalan ini harus segera diselesaikan. Ibu Camat harus mengambil sikap. Ini kebutuhan banyak orang," tegas ketua DPRD matim sosok muda yang akrab disapa Heremias itu.

"Pihaknya meminta kepada camat, para Kepala Desa dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama agar persoalan ini cepat selesai. Dengan duduk bersama pasti ada solusi," Heremias menambah

"Apabila dengan cara duduk bersama "lonto leok" masih belum ada solusi, nanti datangkan Polisi dan TNI untuk membantu menyelesaikan polemik ini," tandas Heremias

Heremias juga berharap masyarakat harus mendukung pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah melalui dinas PUPR. Apalagi wilayah sebelah Wae Musur ini tergolong daerah terisolir di Matim, tutup dia.

Senada dengan ketua DPRD Matim, Yos Marto, Kadis PUPR Matim kepada media ini mengatakan kita sudah berupaya bernegosiasi dengan camat dan masyarakat beberapa waktu lalu, ungkap Yos

"Dari awal kita sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat. Namun ada 5 warga yang ngotot untuk ganti rugi kepada Pemda. Mana ada dana pembebasan lahan", tandas Yos lanjut.

"Apabila ke 5 warga itu rela memberikan lahannya, jembatan ini akan segera digunakan dan jalan pun mungkin akan di hotmit", tutup Yos.
 
Maria Anjelina Teme, camat Rana Mese mengatakan, memang camat sebelumnya tidak melakukan komunikasi yang intens kepada pemilik lahan sehingga timbul polemik, ungkap ibu Maria

Maria juga menuturkan bahwa pihaknya sudah pernah melakukan pendekatan dengan pemilik lahan, tandasnya

"Beberapa waktu lalu, kita sudah melakukan pendekatan. Warga sebenarnya belum paham dengan aturan terkait pembebasan lahan", dia menambah.

"Saya selaku Camat akan berupaya semaksimal mungkin agar persoalan ini cepat selesai. Yang tentunya dengan cara duduk bersama "Lonto Leok" dengan tokoh masyarakat dan pemilik lahan untuk mencari solusi", tutup dia

Wartawan : Iren Antus
Lebih baru Lebih lama