JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Tahun 2020, Pemkot Tegal Berhasil Mengentaskan 1.417 Penerima PKH



Tegal, Jendelaindo - Pemerintah Kota Tegal, per Oktober 2020 telah berhasil mengentaskan 1.417 Keluarga Pemerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Kini mereka sudah lulus seiring peningkatan perekonomian keluarga dan secara suka rela tidak menerima bantuan PKH lagi.


Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, saat mengunjungi secara langsung tiga keluarga penerima bantuan PKH yang lulus dan atas kesadaran sendiri minta berhenti sebagai penerima PKH, Jum'at (16/10).


"Di Kota Tegal sampai dengan bulan Oktober 2020, sudah ada 1.417 orang yang tadinya menerima bantuan PKH, sekarang sudah mandiri," ujar Jumadi.


Jumadi menyampaikan bahwa saat ini masih ada 7.198 penerima PKH, yang harus didorong terus agar perekonomian mereka meningkat dan lulus dari penerima bantuan PKH, atau bergantian dengan penerima lain yang lebih membutuhkan.


Sementara bagi penerima PKH namun sudah tidak memiliki komponen-komponen untuk mendapatkan PKH, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan kunjungan langsung kelapangan  untuk mendapatkan data secara langsung apakah mereka benar-benar sudah lulus atau masih membutuhkan bantuan PKH. Dari kunjungan tersebut nantinya, Jumadi menyebut akan dilakukan evaluasi sebagai bahan pertimbangan dikeluarkannya rekomendasi, yakni apakah masih layak menerima PKH atau sudah tidak layak.


Ada tiga keluarga yang sukarela atau atas kesadaran sendiri berhenti menerima bantuan PKH yang dikunjungi Wakil Wali Kota. Kunjungan pertama dilakukan di rumah Daryatun (41) warga Jl. Ki Hajar Dewantara RT 2 RW 1 Kalinyamat Kulon. Kedua, Parikhatun warga Jl. Ki hajar Dewantara RT 6 RW 1 Gg.  21 Kalinyamat Kulon dan Taripah Jl. Ponorogo RT 6 RW 1 Sumurpanggang.


Selain memberikan bingkisan, Jumadi mengapresiasi atas kesadaran ketiga penerima PKH tersebut, yang secara mandiri, kesadaran sendiri memutuskan untuk tidak lagi menerima bantuan PKH. Menurut Jumadi, ini bisa memberikan contoh dan motivasi kepada mereka yang masih belum lulus.


"Saya menyampaikan terimakasih, Ibu bisa memberi contoh yang lain,  mohon bantu ibu-ibu lain dengan memberi motivasi, mudah-mudahan yang lain, yang belum lulus dengan melihat yang sudah berhasil bisa lebih terpacu," pungkas Jumadi.


Red/ Sholeh

Lebih baru Lebih lama