JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

UPT KPHP Gelar Sosialisasi Perlindungan Hutan untuk Cegah Kasus Ilegal Loging


Buntok, jendelaindo - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan produksi (KPHP) Barito Hilir, menggelar sosialisasi tentang perlindungan dan pengamanan hutan, dalam rangka mencegah terjadinya kasus Ilegal Loging (IL) di wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (26/10/2020). 

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Anna Kota Buntok dan dihadiri Kepala UPT KPHP Barito Hilir, Herodes Jaya dan puluhan pengusaha kayu di daerah setempat. 

Sedangkan narasumber sosialisasi yaitu Robinsar Batubara S.Hut dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah,  Kasat Reskrim Polres Barsel AKP Yonas Nata Putera SH dan Raden Yoyong Cahyano  dari Balai Gakkum LHK.

Robinsar Batubara narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng mengatakan, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati.

“Yang mana didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya dan tidak dapat dipisahkan,” ucapnya kepada awak media.

Dijelaskan, bahwa pengamanan hutan adalah suatu upaya fisik di kawasan hutan atau wilayah hukumnya. Hal itu lanjutnya, untuk mencegah dan menanggulangi setiap adanya gangguan keamanan terhadap hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya alam, hama dan penyakit.

“Oleh sebab itu tujuan perlindungan dan pengamanan hutan, yakni menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi konservasi, dan fungsi produksi, tercapai secara optimal dan lestari,” bebernya. 

Ia juga menegaskan, bagi siapa saja yang membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan/atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin, hukumannya pun sudah jelas. 

Yakni dapat dipidanakan dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Barsel AKP Yonas Nata Putera SH, mengatakan, sosialisasi tersebut tujuannya agar pelaku usaha kayu dapat mengetahui perundang-undangan yang berlaku dalam tindak pidana kehutanan.

“Dengan mereka mengetahui undang-undang tentang kehutanan, saya yakin kasus Ilegal Loging (IL) dapat diantisipasi dan tentunya tidak akan pernah terjadi di Barsel,” pungkasnya. (Shan)
Lebih baru Lebih lama