Mohammad Dani, Jelang Belajar Tatap Muka Sekolah Siapkan Prokes Yang Tepat

Kota Tasikmalaya, Jendelaindo - Menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, menjelang semester genap tahun 2021, daerah diperbolehkan membuka sekolah dengan pembelajaran secara tatap muka. Namun tetap berpegang pada prinsip - prinsip keselamatan peserta didik, pendidik serta masyarakat sehingga harus tetap patuh disiplin protokol kesehatan. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Mohammad Dani saat di temui di ruang kerjanya, 26/11/20 menyampaikan dalam menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan telah melangkah dan sosialisasi ke semua satuan pendidikan wilayah Kota Tasikmalaya untuk verifikasi kesiapan sekolah dalam rangka menghadapi pembelajaran secara tatap muka.

Selain itu, sebelumnya Dinas Pendidikan lakukan dulu inventarisasi kesiapan sekolah serta instrumen nya. Sehingga, setelah mendapatkan hasil evaluasi kesiapan sekolah, selanjutnya Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan pemerintah atau Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kota Tasikmalaya,tandasnya.

Sekalipun sekolah sudah siap dengan segala persyaratan, namun disisi lain orang tua siswa belum sepakat belajar secara tatap muka maka Dinas Pendidikan tidak akan memaksanya. Walaupun orang tua siswa seperti itu, akan tetap dilayani dengan pembelajaran secara Daring,ungkap Dani. 

Menjelang pembelajaran tatap muka lebih pentingnya lagi dapat disetujui serta direkomendasikan Gugus Tugas Penanganan Covid19. Dinas Pendidikan telah menyiapkan langkah - langkah apabila kondisi Kota Tasikmalaya sudah memungkinkan dengan kondisi saat ini. Tentunya kondisi zona Covid19.

Ia berharap dengan satu catatan, ketika  diberlakukan pembelajaran secara tatap muka, sekolah yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan harus mentaati disiplin protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, disinspektan, memakai masker dan lain - lainnya yang mendukung protokol kesehatan, tegas Dani. 

Dirinya menambahkan, pemberlakuan pembelajaran secara tatap muka, waktu kegiatan belajar mengajar sangat terbatas, diambil 50% dari jumlah kelas atau secara bergilir dan pembelajarannya pun menggunakan kombinasi antara tatap muka dan Daring. Pungkasnya.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama