JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Tiga Buah Perda disepakati bersama hari ini...?

Buntok, Jendelaindo - Paripurna dalam rangka penanda tanganan persetujuan bersama atas tiga buah Raperda.

Adapun Raperda yang pertama itu adalah tentang APBD 2021 karena menurutnya bahwa Hari ini adalah Hari yang terakhir Alhamdullillah katanya sudah selesai, karena menurut Ketua DPRD Ir. M Farid Yusran, MM kalau lewat dari Hari ini maka Exsekutive dan Legeslative akan menerima sangsi dari pusat tuturnya kepada awak media yang meminta komentarnya usai Rapat.

" kemudian yang kedua adalah perda mencabut perda yang terdahulu yang sudah is not valid atau out up dead, Perda yang dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi peraturan perundangan, terkait tentang pedoman pembentukan RT dan RW .

" Untuk yang ketiga Rancangan Peraturan Daerah pembentukan Produk Hukum Daerah, jadi katanya kalau kita membuat Peraturan Daerah, Peraturan DPRD, dan Peraturan Bupati sudah ada rambu-rambunya Ucapnya.

" Jadi katanya tidak dapat membuat Aturan sembarangan karena sudah ada rambu-rambunya.

" Mengingat dulu ditetapkan dengan peraturan Bupati, sekarang tidak lagi, cukup dengan Peraturan Desa setempat sudah bisa tuturnya menutup komentarnya. (N-S)

Lebih baru Lebih lama