JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung Di Tinjau Bupati Karanganyar

Tegal,Jendelaindo – Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama wakilnya, Rober Christanto, kunjungi Objek Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Namun sebelumnya, kedatangan rombongan studi banding dan pembelajaran dari Karanganyar ini diterima Bupati Tegal Umi Azizah di Ruang Rapat Nusantara, Gedung Amartha, Setda Kabupaten Tegal, Selasa (24/11/2020).

Umi pun menyambut baik kehadiran Bupati Karanganyar yang di wilayahnya terdapat Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus miliki Kementerian Kesehatan RI. Umi mengatakan, melalui kunjungan studi tersebut pihaknya bisa saling belajar, bertukar pengalaman mengembangkan jamu.

“Sebetulnya, klinik saintifikasi jamu di Tawangmangu adalah guru bagi kami. Bahkan untuk bahan bakunya, kami pun sebagian mendatangkan dari Karanganyar. Tentunya, dengan lebih banyak pengalaman ini, Pemkab Karanganyar memiliki kita tertentu dalam menumbuhkan minat petani lokal membudidayakan tanaman jamu sebagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal hingga mendorong perizinan edar obat tradisional UMKM melalui Badan POM,” kata Umi.

Umi berpendapat, bahwa konsep ramuan jamu di Indonesia masih terbatas pada warisan nenek moyang yang turun temurun. Hal ini berbeda dengan ramuan jamu di Tiongkok yang menurutnya selain warisan leluhur, juga sudah punya bukti ilmiah tertulis tentang resep jamunya yang teruji melalui proses selama ribuan tahun. Untuk itu, Umi berharap, melalui klinik saintifikasi jamu ini pola penelitian jamu berbasis ilmiah bisa lebih ditingkatkan intensitas dan kualitasnya.

Dengan demikan, lanjut Umi, jamu di Indonesia tidak hanya berhenti sebatas warisan budaya dan aset nasional, tapi bisa berkembang menjadi komoditi kesehatan dan sumber perekonomian bagi masyarakat, terutama petani bahan jamu dan UMKM obat tradisional.

Umi pun menuturkan jika tingkat kunjungan warga ke WKJ Kalibakung terus meningkat. “Saya melihat tren konsumsi obat herbal semakin meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat dan khasiatnya di tengah pandemi Covid-19. Oleh karenanya, melalui WKJ Kalibakung ini, kami terus mendukung proses saintifikasi jamu dengan membuat simplisia, produk tanaman obat sebagai produk inovasi jamu dan penguatan branding jamu seduhan, pembuatan produk tanaman obat, pesanan penelitian dan bibit tanaman obat keluarga serta tentunya wisata edukasi kesehatan jamu,” ujarnya.

Sementara itu, Juliyatmono menyampaikan apresiasinya akan kemajuan WKJ Kalibakung dalam mengolah tanaman obat sebagai bahan jamu, termasuk mendukung proses saintifikasi jamunya. Menurutnya setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing, sehingga pihaknya perlu belajar dengan keunggulan pengelolaan wisata kesehatan jamu di Kalibakung.

“Yang kami tahu, di WKJ Kalibakung ini punya racikan obat herbal tersendiri, disamping juga racikan minuman herbalnya yang sedap. Apalagi Kabupaten Tegal juga dikenal dengan rasa tehnya yang mantap karena banyak pabrik teh disini,” katanya.

Juliyatmono pun berharap, melalui kunjungannya ini, jalinan kekerabatan antara Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Karanganyar semakin baik, memperkokoh positioning Jawa Tengah dalam upayanya memajukan kesehatan masyarakat, terlebih di masa pandemi seperti ini.

“Mudah-mudahan, jalinan silaturahim terus langgeng, mendapatkan berkah dari Allah SWT. Untuk itu saya mengajak peserta studi banding ini untuk sama-sama belajar dari pengalaman Kabupaten Tegal. Semoga pula dari studi banding ini akan menghasilkan banyak ilmu yang bermanfaat dan bisa diterapkan di Karanganyar, terlebih di sini sudah ada pengolahan pasca panennya,” tutupnya. 

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama