JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

1.500 Paket Bantuan untuk Pasien Isolasi Mandiri Didistribusikan Pekan Ini

Tegal,Jendelaindo – Sebanyak 1.500 paket sembako untuk pasien Covid-19 akan didistribusikan pekan ini. Bantuan sosial (bansos) berupa beras senilai Rp 350 juta dari pendanaan belanja tak terduga APBD Kabupaten Tegal tersebut diperuntukkan bagi pasien positif yang menjalani isolasi mandirinya di rumah. Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2020).

Nurhayati menjelaskan, setiap paket bantuan berisi beras premium sebanyak 20 kilogram. Adapun distribusi bansos tahap keempat ini sifatnya khusus hanya untuk pasien Covid-19, sekalipun di pemberian serupa pada tahap satu sudah terealisasi sebanyak 1.300 paket.

“Di tahap satu pendistribusian bansos APBD Kabupaten Tegal memang mencantumkan kriteria keluarga penerima manfaatnya (KPM) bisa dari keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Tapi pada pendistribusian tahap kedua dan ketiga, kriteria tersebut dihilangkan karena jumlah keluarga pasien positif yang mengajukan bantuan ini berkurang. Baru pada pendistribusian bansos tahap keempat ini dilanjutkan dan khususkan kriterianya hanya untuk keluarga yang terdampak kesehatannya akibat Covid-19, yaitu sebanyak 1.500 KPM,” kata Nurhayati.

Merujuk pada data tersebut, maka jumlah penerima bansos dari alokasi APBD Kabupaten Tegal 2020 untuk kategori masyarakat yang terdampak kesehatannya akibat Covid-19 sejumlah 2.800 KPM.


Ditanya soal alur pengajuan bantuan beras tersebut, Nurhayati mengatakan, pemerintah desa (Pemdes) terlebih dulu mendata warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri dan dinilainya berhak menerima bantuan. Data tersebut selanjutnya diajukan ke Dinsos Kabupaten Tegal untuk kemudian disinkronisasi dengan data pasien positif yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal. “Jika dari sinkronisasi datanya cocok dan valid, maka hari itu juga bantuan langsung kita didistribusikan,” terang Nurhayati.

Terkait jumlah penerima bansos APBD Kabupaten Tegal sepanjang tahun 2020 ini, Nurhayati pun menambahkan jika pihaknya sudah menyelesaikan tiga tahap pendistribusian dengan alokasi anggaran nilai Rp 37,2 miliar. Rinciannya, lanjut Nurhayati, untuk tahap satu sudah terdistribusi ke 69.667 KPM, tahap dua sejumlah 52.500 KPM, dan tahap tiga sejumlah 60.000 KPM. Adapun “Jika dikalkulasikan dengan bansos khusus di tahap keempat ini, maka total KPM yang menerima bansos sembako dari alokasi APBD Kabupaten Tegal tahun ini sebanyak 183.667 KPM. 

Red/ Sholeh
Lebih baru Lebih lama