JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Rakor TKPK, Kenaikan Angka Kemiskinan di Kota Tegal Terkendali

Tegal,Jendelaindo -Pemerintah Kota Tegal menggelar Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tegal secara virtual, Jum’at (18/12) pagi. 

Kegiatan ini mengusung tema ”Penguatan Peran TKPK Untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Dimasa Pandemi Covid-19 dan Sosialisasi Pemendagri Nomor 53 tahun 2020. 
Rakor tersebut diikuti oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Gito Musriono, Pejabat dilingkungan Pemkot Tegal dan Stakeholder lainnya. 

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, Berdasarkan data BPS Jawa Tengah, tingkat kemiskinan di Kota Tegal 7, 80 persen . angka tersebut mengalami peningatan sebesar 0,33 persen dari angka kemiskinan tahun 2019 sebesar 7,47 persen sebagai dampak pandemi covid 19.

Mengingat dampat pandemi yang begitu besar, kata Dedy Yon, kenaikan angka kemiskinan tersebut relatif lebih kecil atau cukup terkendali apabila dibandingkan dengan wilayah lain.

“Selain mendukung penanggulangan covid 19, baik aspek kesehatan dan sosial dalam rangka mengurangi beban masyarakat miskin serta pemenuhan akses kebutuhan dasar, refokusing anggaran yang kita lakukan juga difokuskan pada aspek pemulihan ekonomi,” kata Dedy Yon. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi yang juga Ketua TKPK Kota Tegal menuturkan agen percepatan pengentasan kemiskinan di daerah, peran TKPK menjadi sangat penting  karena menjadi pihak yang akan melakukan koordinasi dan penghubung antara pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dalam usaha pemulihan ekonomi daerah, apalagi pada situasi pandemic covid-19.

“Kita patut bersyukur bahwa dalam kondisi pandemi covid-19 ini, alhamdulillah kenaikan angka kemiskinan yang terjadi Di Kota Tegal relatif lebih kecil/ cukup terkendali,” ungkap Jumadi. 

Berdasarkan rilis data BPS pada pertengahan Desember ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tegal berhasil meningkat sebesar 0,14 poin, dari 74,93 menjadi 75,07. Angka ini masuk pada kategori ”tinggi” dan Kota Tegal termasuk dalam 10 besar kabupaten/ kota dengan capaian ipm terbaik di Provinsi Jawa Tengah. 

Perlu diketahui bersama, ujar Jumadi, bahwa komponen pembentuk nilai ipm itu ada 4 (empat) indeks, yaitu usia harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran perkapita. 

“Sekali lagi, kita semua patut bersyukur dan berbangga, bahwa ditengah cobaan pandemik covid-19 ini, kita mampu bertahan, bahkan berhasil meningkatkan capaian kinerja pembangunan di beberapa aspek,” imbuh Jumadi. 

“Tentu saja capaian ini merupakan hasil dari kerja kita bersama, baik dari unsur pemerintah (melalui dukungan program penanggulangan dampak pandemik covid19 dari aspek sosial ekonomi), kemudian ada juga dukungan perbankan serta dunia usaha (khususnya melalui dukungan  permodalan bagi umkm serta kegiatan coorporate social responsibility), maupun unsur  masyarakat (salah satunya melalui kegiatan ”jogo tonggo”),” pungkas Jumadi.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama