JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Wali Kota Meminta Tetap Lestarikan Bahasa Tegalan Kepada Pelajar Melalu Sekolah

Tegal,Jendelaindo - Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., membuka secara langsung Saresehan Kepengarangan Sastra Jawa IV Pemberdayaan Bahasa Tegalan, Sabtu (12/12) di Hotel Premier Kota Tegal.

Narasumber yang tampil membahas Bahasa Tegalan antara lain Suryadi (FIB UNDIP), Maufur (UPS Tegal),  Atmo Tan Sidik (Penggiat Literasi).

Sarasehan juga dihadiri Ketua Yayasan Podhang H. Sulistyo Suyatno, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro,  ST,  Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Ganjar Harimansyah, Wakil Bupati Brebes Narjo,  S.H., M.H., perwakilan Gubernur Jateng, seniman Tegal hingga Dalang Ki Haryo Enthus Susmono.

Ketua Yayasan Podhang H. Sulistyo Suyatno mengatakan, pihaknya akan terus menguri-nguri bahasa tegalan dan sastra tegalan. Dirinyapun terus mengajak nguri-nguri bahasa Tegalan sebagai salah satu akar budaya bangsa Indonesia.

Sedangkan Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, menyampaikan rasa terima kasih kepada hadirin yang saat itu hadir. Dirinya pun meminta agar jangan merasa malu atau minder mengucap bahasa Tegalan. Hal ini dilakukan agar bahasa Tegalan lebih moncer daripada bahasa daerah lain.

Wali Kota meminta agar generasi bahasa Tegalan harus terus disampaikan  kepada pelajar melalui sekolah. Tak ketinggalan dalam Sarasehan Bahasa Tegal, Wali Kota memberi sambutan dengan menggunakan Bahasa Tegal.

"Sarasehan kiye aja mung kaya rog rog asem, tapi kudu bisa ngudar gagasan, bab kepriben basa Tegalan karo sastrane tambah moncer.  Aja isin belajar karo basa Banyumasan, basa panginyongan saiki tambah pentol," tutur Dedy Yon.

Wali Kota mengajak agar acara saresehan tersebut bisa memberdayakan Bahasa Tegal, agar lebih bermartabat. 

"Dadi basa Tegal bisa dinggo nang endi bae, nang wayah kapan bae. Pemerintah Kota Tegal wis oyag melestarikan bahasa Tegal nang saben-saben upacara dina ngadege Kota Tegal, upacarane nganggo basa Tegal. ASN angger dina kemis diwajibkan nganggo klambi Tegalan, ngomonge ya nganggo basa Tegalan. Film sing digawe Pemda uga nganggo basa Tegalan," ujar Wali Kota.

Wartawan : M Irfan
Lebih baru Lebih lama