Pendamping TKSk Pungut Biaya Adminastrasi Saat Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)


Halmahera Selatan,Jendelaindo
- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Melalui Dinas Sosial, Provinsi Maluku Utara (MALUT) Menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang di dampingi oleh Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di kecamatan Kepulauan Botang Lomang, menuai Masalah. Pasalnya dalam penyerahan/Penyaluran Pendamping TKSK Atas Nama sardiono R. Tuara memunggut Biaya sebesar Rp. 20.000/PKM, Kamis (21/01/2021).

Salah satu masyarakat Penerima Manfaat, yang enggan di sebutkan Namanya, menuturkan bahwa sebelum penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai pendamping selalu memunggut biaya 20 ribu/PKM lewat tlpn di salah satu Penerima manfaat juga.

" Kitorang pe Pendamping Sardiono R. Tuara/Ono setiap mau Penyaluran Bantuan sembako, dia batelfon kalao di kampong suru kitorang penerima kumpul doi sebesar 20 ribu/PKM". Ungkapnya

Lanjut Dia (Penerima) "dan pendamping bilang kalau sapa yang tara kase doi maka dong pe bantuan sembako kita akan tahan"

Terpisah Saat di konfirmasi Wartawan Jendelaindo, 23 /1/2021 saptu, ini ke pendamping Sardiono R. Tuara, TKSK kecamatan Kepulauan Botang Lomang melalui Henfon Seluler, 

"Sambungnya, Membenarkan Bahwa itu bukan punggut dan , itu sudah jadi kebiasaan masyarakat sejak adanya beras raskin jadi itu berupa ke relalaan masyarakat itu sendiri kalau punggut berarti kita suru kumpul doi baru punggut." Jelanya 

Wartawan : Mardan
Lebih baru Lebih lama