JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Pendamping TKSk Pungut Biaya Adminastrasi Saat Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)


Halmahera Selatan,Jendelaindo
- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Melalui Dinas Sosial, Provinsi Maluku Utara (MALUT) Menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang di dampingi oleh Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di kecamatan Kepulauan Botang Lomang, menuai Masalah. Pasalnya dalam penyerahan/Penyaluran Pendamping TKSK Atas Nama sardiono R. Tuara memunggut Biaya sebesar Rp. 20.000/PKM, Kamis (21/01/2021).

Salah satu masyarakat Penerima Manfaat, yang enggan di sebutkan Namanya, menuturkan bahwa sebelum penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai pendamping selalu memunggut biaya 20 ribu/PKM lewat tlpn di salah satu Penerima manfaat juga.

" Kitorang pe Pendamping Sardiono R. Tuara/Ono setiap mau Penyaluran Bantuan sembako, dia batelfon kalao di kampong suru kitorang penerima kumpul doi sebesar 20 ribu/PKM". Ungkapnya

Lanjut Dia (Penerima) "dan pendamping bilang kalau sapa yang tara kase doi maka dong pe bantuan sembako kita akan tahan"

Terpisah Saat di konfirmasi Wartawan Jendelaindo, 23 /1/2021 saptu, ini ke pendamping Sardiono R. Tuara, TKSK kecamatan Kepulauan Botang Lomang melalui Henfon Seluler, 

"Sambungnya, Membenarkan Bahwa itu bukan punggut dan , itu sudah jadi kebiasaan masyarakat sejak adanya beras raskin jadi itu berupa ke relalaan masyarakat itu sendiri kalau punggut berarti kita suru kumpul doi baru punggut." Jelanya 

Wartawan : Mardan
Lebih baru Lebih lama