JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Stiker Porno Digroup Whatsapp Lanjut Ketahap Penyelidikan

 


Batu, Jendelaindo - Pelapor kasus stiker pornografi di grup WhatsApp "Media Pers Batu 2021", Dyah Arum Sari, S.S., M.Pd., C.ST MI memenuhi panggilan penyelidik, Sabtu (30/01/2020).


Panggilan itu tertuang dalam Nomor Surat Perintah Penyelidikan SP.Lidik/46/Res.1.24./2021/Reskrim tanggal 28 Januari 2021.


Dyah Arum Sari didampingi Kuasa Hukumnya Suwito, S.H dan Bahrul Ulum, S.H hadir di Mapolres Batu pukul 09.30 WIB.


"Hari ini saya bersama Kuasa Hukum, memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk memberikan keterangan dan penyerahan barang bukti," ujar Dyah, sapaan akrabnya, kepada awak media.


Adapun barang bukti yang diserahkan berupa puluhan stiker, gambar, foto, ilustrasi porno, stiker mirip Yesus serta stiker tokoh agama.


"Puluhan stiker itu visualnya berupa gambar perempuan dan laki-laki dengan menonjolkan sensualitas, mempertontonkan organ intim dan ilustrasi porno. Ada juga stiker mirip Yesus dan tokoh agama," kata perempuan yang juga Ketua DPP HMPI itu.


Kurang lebih tiga (3) jam, Dyah berada di ruangan unit Tipidter, Satreskrim Polres Batu. Ia mengaku tenang menghadapi puluhan pertanyaan yang dilontarkan oleh Penyelidik Unit Tipidter, Aipda Herwanto.


"Alhamdulillah lancar, ada 29 pertanyaan dari penyelidik yang mampu saya jawab dengan tenang, detail, jelas dan runtut," tuturnya tegas.


Ditanya soal siapa saja terlapor, Dyah enggan menyampaikannya kepada awak media. Ia hanya menyebutkan jumlah terlapor dalam kasus dugaan tindak pidana ITE, Pornografi dan Penistaan Agama tersebut.


"Untuk nama-nama terlapor mohon maaf tak bisa saya sebutkan, yang pasti kalau jumlah terlapor ada sembilan (9) orang," ujar Aktivis Perempuan dan Anak itu.


Sementara, Kuasa Hukum pelapor, Suwito, S.H mengapresiasi langkah Polres Batu yang telah melanjutkan laporan stiker pornografi di Grup WhatsApp milik Diskominfo Kota Batu tersebut.


"Barang bukti sudah kami serahkan, kami siap untuk tahapan selanjutnya yakni pemanggilan saksi-saksi," pungkasnya.


Pewarta : Jarwo

Lebih baru Lebih lama