DMI Semarang Bersama Alisa Jateng dan MES Korwil Jateng-DIY Komitmen Berdayakan Ekonomi Umat Berbasis Masjid Dengan Aplikasi Zaydi


Semarang, Jendelaindo - Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang bersama Alisa Jawa Tengah dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Korwil Jateng-DIY bertekad memberdayakan ekonomi umat berbasis masjid. Langkah nyatanya adalah dengan memberikan pelatihan aplikasi Zaydi kepada perwakilan 6 takmir Masjid di Kota Samaran yang digelar di Kampus I UPGRIS Jalan Lontar No 1 Sidodadi, Kota Semarang, Sabtu (6/2).

Ketua Tim Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid PD DMI Kota Semarang, Suwarno Widodo menuturkan, mewujudkan keberdayaan jamaah masjid di Kota Semarang, sebab kemiskinan yang terjadi ini sebagian adalah umat. Nah umat tersebut basisnya adalah basisnya adalah masjid sehingga jika Masjid-masjid di Kota Semarang mampu memberdayakan jamaah secara ekonomi, sehingga mampu menurunkan kemiskinan di Kota Semarang. "Untuk memberdayakan ekonomi ini, kita (DMI Kota Semarang, red) tidak bisa sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan berbagai lembaga, kali ini kita bersama Alisa Jawa Tengah dan MES Korwil Jateng-DIY. Harapan kedepannya masjid bisa lebih berdaya dan sejahtera," ucapnya 

Pembantu Rektor IV UPGRIS itu menambahkan, untuk kegiatan kali ini kita dipilih 6 masjid potensial, masing-masing masjid mengirimkan tiga delegasi (Takmir), jadi totalnya ada 18 peserta. Keenam masjid tersebut diantaranya; Masjid Jami' BSB Jatisari Mijen, Masjid At-Takhsis Banyumanik, Masjid Nidaul Khoirot Gayamsari, Masjid Al-Mujahirin Pedurungan, Masjid Al-Azhar Ngalian dan Masjid At-Taufiq Banyumanik. "Enam Masjid ini menjadi pilot project. Kedepan bisa meluas ke Masjid-masjid yang ada di Kota Semarang ini," bebernya. 

Ketua PD DMI Kota Semarang, Achmad Fuad mengatakan, dengan aplikasi bernama Zaydi itu diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Pihaknya sengaja menggandeng MES Korwil Jateng-DIY dan Alisa Jateng karena memiliki misi yang sama, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Berangkat dari kesamaan misi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi secara intens satu sama lainnya.

"Sehingga kita menindaklanjuti dengan beberapa kali bertemu. Akhirnya, pada tahap awal kami mengadakan pelatihan pemberdayaan ekonomi umat melalui aplikasi Zaydi ini," urainya. 
Masih menurut Fuad, sebagai langkah serius, ke depan, pihaknya akan roadshow ke pengurus-pengurus takmir masjid di Kota Semarang. Fuad berkomitmen akan membangun ekonomi masyarakat melalui berbagai cara, misalnya kegiatan-kegiatan atau pelatihan, bekal ketrampilan untuk takmir masjid dan jamaah masjid.

"Kita juga mendampingi pelaku UMKM, dimulai beberapa UMKM yang membuat produk sabun. DMI Semarang juga berencana membuat koperasi syariah. Ini memungkinkan, karena ada 1.300 masjid di Kota Semarang," imbuhnya.

Sekretaris MES Korwil Jateng - DIY Agung Yulianto menjelaskan, organisasinya memiliki misi membumikan ekonomi syariah. Salah satunya dengan memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya yang berbasis masjid.

"Kami berharap masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tapi juga muamalat, dan hal penting lainnya," katanya.

Sementrara itu, Siswanto (50) perwakilan peserta bersyukur masjid di wilayahnya menjadi salah satu pilot project dalam kegiatan tersebut. Dia meyakini dan optimis pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid dapat terwujud.

"Bagaimana masjid mampu memakmurkan dan dimakmurkan. Ini salah satu program utama DMI Kota Semarang, tentu kami mendukungnya," kata Siswanto yang juga Ketua Takmir Masjid Jami' BSB Jatisari Semarang itu.


Wartawan : Eko

Lebih baru Lebih lama