JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Jumlah Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun

 

Tegal,Jendelaindo – Jumlah laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2020 menurun dibandingkan tahun 2019. Sepanjang tahun 2020, Pemkab Tegal  melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak mencatat ada 49 kasus, atau menurun 18 persen dari tahun 2019 yang sebanyak 60 kasus. Informasi ini terungkap saat digelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Bupati Tegal, Rabu (10/03/2021) pagi.


Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono mengatakan, meski jumlah kasus yang dilaporkannya berkurang, namun Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal harus senantiasa meningkatkan kualitas pelayanannya.


“Saya yakin, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini adalah fenomena gunung es. Sehingga harus ada inovasi dari dinas melalui tim PPT-nya untuk membangun kesadaran kritis masyarakat, minimal berani lapor,” kata Joko.


Untuk itu, pemanfaatan teknologi informasi ini penting sebagai sarana komunikasi efektif di era internet of things dan media sosial, dimana kekerasan terhadap perempuan di dunia maya terjadi dan kasusnya terus meningkat, namun masih disepelekan. Joko mencontohkan, peretasan akun media sosial untuk kemudian disalahgunakan dengan menyebarkan konten pribadi ke ranah publik juga banyak dialami dan merugikan perempuan.


“Untuk itu saya minta penggunaan kanal media sosial pemerintah jangan sebatas sarana informasi penyampaian program, tapi juga harus menjadi sarana komunikasi efektif untuk menampung keluhan dan laporan warga,” pesan Joko.


Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah keberadaan lembaga layanan terpadu pemulihan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang dikenal dan mudah dijangkau. Konsep layanan terpadu ini tentunya juga harus terintegrasi dalam kebijakan daerah tentang layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.


Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal Elliya Hidayah mengatakan jika tim PPT Kabupaten Tegal terus melakukan berbagai upaya untuk menangani korban kekerasan, antara lain dengan membuka layanan pengaduan, melakukan home visit ke rumah korban, memberikan layanan kesehatan, bimbingan konseling kerohanian hingga penegakan hukum.


“Sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah kami lakukan sampai tingkat desa dibantu tim penggerak PKK dan organisasi kemasyarakatan, meski hasilnya belum maksimal. Harapan kami, masing-masing desa bisa membuat sistem penanganan swadaya yang melibatkan unsur dan elemen masyarakat untuk  mencegah terjadinya kasus,” kata Elliya.


Sementara itu, untuk menekan kasus kekerasan pada anak dan remaja di ruang maya, Elliya mengimbau agar para orang tua meningkatkan fungsi pengawasannya saat sang buah hati mengakses media sosial. “Tingkatkan literasi digitalnya sesuai dengan jenjang usia anak melalui skema parenting,” ujarnya.


Red/Sholeh

Lebih baru Lebih lama