JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Kabupten Ciamis Perpanjang PPKM Mikro


Kabupaten Ciamis, jendelaindo -
Kabupaten Ciamis berlakukan perpanjangan PPKM berbasis Mikro sampai dengan 22 Maret 2021.

Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Dr. H. Tatang. MPd pada rapat koordinasi penanganan covid19 bersama unsur forkopimda serta para SKPD terkait yang bertempat di Komisariat Satgas Covid19 Kabupaten Ciamis. 09/03/2021.

Sesuai dengan instruksi Kemendagri dan Gubernur Jabar, kata Tatang, tentang palaksanaan PPKM berbasis Mikro di seluruh kabupten kota di Jawa Barat akan dilaksanakan kembali 2 pekan kedepan.

Lanjut Tatang, tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Ciamis dalam menjalankan protokol kesehatan telah mengalami peningkatan. Dengan perpanjangan PPKM tersebut agar dapat mempercepat memutus mata rantai penyebaran covid19.

Selain daripada itu, beberapa hal yang akan disampaikan dalam pembahasan rapat koordinasi diantaranya evaluasi pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Ciamis yang dinilai sangat cukup lambat. Jelasnya.

" Berdasarkan data provinsi, Kabupaten Ciamis termasuk Kabupaten yang proses pelaksanaan vaksinasinya lambat dibanding kabupaten atau kota yang ada di Jawa Barat yakni mencapai 30%". Ujar Tatang.

Tatang menjelaskan, hal itu terjadi berbagai faktor, faktor tersebut adalah  keterlambatan kedatangan vaksin sehingga pelaksanaannya tertinggal dengan kabupaten atau kota yang lain. Tambahnya.

Pelakasanaan vaksinasi di Ciamis dapat lebih dimaksimalkan serta tidak hanya mengandalkan puskesmas saja. Namun mencari tempat yang cukup besar supaya dapat menampung banyak orang yang akan divaksin sesuai arahan dan instruksi Gubernur Jabar. Harap Tatang.

Ia meminta, Dinas Kesehatan agar segera melaporkan pihak - pihak yang akan divaksin melalui Satgas provinsi. Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Ciamis dr. Yoyo menjelaskan, ada beberapa akan menjadi alasan bahwa Kabupaten Ciamis dinilai lambat dalam pelaksanaan vaksinasi.

Pertama, terdapat data yang berbeda - beda antara provinsi dan kabupaten sehingga terjadi kendala dalam pelaksanaanya. 

Kedua, untuk keamanan, mengingat berubah - ubah jenis vaksin yang dikirim khawatir dapat menimbulkan dampak sebab harus memacu pada uji klinis. 
Ketiga, sebagian masyarakat masih banyak yang menolak vaksinasi serta enggan melaksanakannya. Jelas dr. Yoyo.

dr. Yoyo berharap, semua pihak harus dapat kembali mensosialisaaikan pelaksanan vaksinasi terhadap masyarakat supaya masyarakat memahami serta dapat melaksanakan vaksinasi. 

Secara singkat, Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Kabupten Ciamis harus dapat ditingkatkan dengan tidak hanya mengandalkan puskesmas mengingat batas expired vaksin hanya 6 bulan saja. Imbuhnya.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama