Kredit Sinden Dorong Kreativitas Pelaku Usaha


Tegal, Jendelaindo - PT BKK Jateng membantu para pelaku usaha lewat Kredit Seni dan Industri Kreatif (Kredit Sinden). Kredit ini  ditujukan untuk pelaku usaha yang bergerak di bidang periklanan, penerbitan, arsitektur, pasar seni dan barang antic. Juga pelaku usaha seni  kriya, desain, fashion, video film dan fotografi, music, permainan kreatif, kuliner, start up, dan lain lain.


Demikian diungkapkan Supervisor Pemasaran PT BKK Jateng Cabang Kabupaten Tegal. Sigit Putra Eka B, ST dalam acara Bincang Kreatif di  Radio Slawi FM Selasa (9/3).


 Sigit menjelaskan, selain Kredit Sinden, PT BKK mendorong pelaku usaha khususnya usaha mikro dengan mengeluarkan produk kredit UMKM.  Diantaranya KMB (Kredit Mikro BKK), Kredit Bungdes, dan KUB (Kredit UMKM BKK). KUB merupakan salah satu produk favorit dari masyarakat karena peruntukannya bisa memenuhi semua kebutuhan, baik untuk usaha, konsumtif, pendidikan, maupun hobi.


Dalam dialog  tersebut, hadir pula Wahrudin, Pengelola Waterpark Gunung Gantungan Jatinegara sebagai salah satu nasabah debitur Kredit Sinden. Serta Isnaeni, istri dari pemilik usaha ayam potong “Ini Saja” yang juga debitur produk KUB.


Menurut Wahrudin, Kredit Sinden sangat membantu usahanya yang hampir gulung tikar karena pandemi covid 19. Pada saat Waterpark Gunung Gantungan (WGG) mengalami krisis, ia beralih membuka usaha Enjoy Café dengan mengajukan pinjaman modal di PT BKK. 


“Proses pinjaman Kredit Sinden di PT BKK sangat mudah. Prosesnya tidak berbelit-belit, 2 hari langsung cair. Selama pandemi, kami juga diberi keringanan untuk angsurannya,” kata Wahrudin.


Syarat untuk pengajuan Kredit Sinden adalah fotocopy KTP suami istri (atau orang tua jika belum menikah), fotocopy surat nikah, fotocopy Kartu Keluarga (KK), dan agunan. Plafon minimal sebesar 5 juta dan maksimal 2 milyar dengan jangka waktu 12 bulan hingga 36 bulan. 


Sementara Isnaeni, debitur Kredit UMKM BKK (KUB) juga telah merasakan manfaat meminjam modal di PT BKK Jateng. Isnaeni meminjam hingga 20 juta untuk usaha ayam potongnya.


“Prosedurnya sangat mudah, dan pelayanannya sangat baik karena sistemnya jemput bola,” kata Isnaeni tentang produk KUB.


Sigit menambahkan, untuk usaha mikro kecil plafon yang ditentukan maksimal 25 juta dengan jangka waktu 3 tahun dan bunga 0,75%. Persyaratannya sama dengan Kredit Sinden, dilengkapi dengan Surat Keterangan Usaha dari Pemerintah Desa setempat. Kemudian dari PT BKK akan melakukan survey tempat usahanya. Kepada masyarakat, Sigit menghimbau agar rajin menabung ke PT BKK Jateng.


“Kami adalah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Usaha kami akan kembali ke daerah berupa deviden yang juga digunakan untuk membangun daerah Kabupaten Tegal. Karena itu, tetaplah menabung di PT BKK Jateng. Bagi pelaku usaha yang memerlukan modal untuk usaha, silakan datang ke PT BKK Jateng cabang Kabupaten Tegal,” tutupnya.


Red/JI

Lebih baru Lebih lama