JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Vaksin Dosis Kedua, Sasar ASN dan Wartawan


Brebes,Jendelaindo - 
Kembali, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekertariat Daerah (Setda), Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) dan wartawan serta petugas pelayanan publik di berbagai instansi mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua. Seperti yang terlihat di Dinkominfotik, para ASN, THL dan Wartawan di vaksin Jumat, (12/3).

Proses vaksinasi dilakukan bergiliran melibatkan puluhan petugas. Pelaksanaannya pun dilakukan secepat mungkin supaya tidak banyak penumpukan antrean. Kegiatan vaksinasi dipantau Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH.

“Yang jelas vaksinasi itu untuk kepentingan menyeluruh. Jadi, kita semua harus terlibat dan jangan takut divaksin,” tutur Narjo. 

Kata Narjo, sudah bagus sekali untuk teknis pelaksanaannya, tetap jaga jarak dan tidak berkerumun. 

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes Mernawati turut divaksin, dosis pertama. "Saat ini, saya baru disuntik vaksin dosis pertama. Karena saya juga baru menjabat di Kejaksaan Brebes dan kemarin-kemarin saya belum sempat divaksin, untuk tensinya 100/80," tutur Mernawati usai divaksin.

Merna juga menganjurkan kepada seluruh masyarakat khususnya warga Kabupaten Brebes, jangan pernah takut dengan vaksin ini, karena aman dan halal untuk kita semua.

Dimeja lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Ir Djoko Gunawan MT juga menuturkan. “Alhamdulillah tadi di meja 2 screening, tensi saya diukur dan hasilnya seperti tahap pertama 130/80,” ucap Djoko.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono menyampaikan, dengan target tuntas untuk 7.500 menerima vaksin bagi petugas layanan publik. Jumlah tersebut merupakan database pemegang tiket yang menjadi sasaran.

Sebab setelah mendapatkan suntikan vaksinasi pertama pada Jumat 26 Februari lalu, vaksin dosis kedua akan lebih menuntaskan capaian target vaksinasi tahap kedua. 

"Dengan kuota 7.500 untuk dua kali vaksin, targetnya menuntaskan pemberian 1 mili dosis vaksin sinovac," ungkapnya. 

Teknis pelaksanaan vaksinasi, lanjut Sartono dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Fokusnya, di semua kantor OPD secara bergilir dengan melibatkan vaksinator Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). 

Bahkan, penerapan protokol kesehatan secara ketat juga selalu menjadi standar pelayanan. Tujuannya, untuk mengedukasi penerima vaksin serta meyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.

"Seperti vaksinasi dosis pertama, penyuntikan vaksin kedua juga dilakukan oleh tim vaksinator Puskesmas," kata Sartono. 

Dijelaskannya, pelaksnaaan imunisasi tahap kedua untuk pelayanan publik akan dilaksanakan secara bertahap. Termasuk, nantinya sejumlah pedagang di wilayah perkotaan juga akan menerima imunisasi Sinovac.

"Kita lakukan hari ini secara serentak. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap karena jumlahnya terbatas," jelasnya.

Ditegaskannya, untuk seluruh ASN di Kabupaten Brebes wajib untuk mengikuti pemberian imunisasi tersebut. Apalagi, pemberian vaksin ini juga berpengaruh pada kesehatan ASN itu sendiri. 


Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama