JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Pesantren Ramadhan Tangkal Perbuatan Negatif Anak


Brebes,jendelaindo - 
Pesantren Ramadhan dapat  dimanfaatkan sebagai wadah untuk pendalaman agama bagi generasi muda, serta dapat menjadi bekal agar dapat terhindar dari perbuatan dan perilaku negatif seperti narkoba dan pornografi yang marak terjadi di kalangan pelajar.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat membuka Pesantren Ramadhan 1442 Hiriyah, di Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan Kecamatan Wanasari, Brebes, Minggu (2/4) sore lalu. 

"Terlebih pembelajaran saat pandemi Covid 19 yang serba digital, adanya Pesantren Ramahdan dapat menangkal prilaku negatif anak di era digitalisasi yang semakin gencar. Kemudahan akses itu seharusnya dimanfaatkan untuk hal positif," ucapnya.

Menurut Narjo, kegiatan ini penting untuk mendidik dan membentuk karakter anak yang agamis. Diharapkan seluruh pelajaran dan tausyiah yang diajarkan selama Pesantren Ramadhan bisa membentengi diri anak-anak dan dapat menjadi perilaku yang Islami. Karena selain ilmu pengetahuan umum, pelajar juga harus diberi ilmu keagamaan yang cukup, pelajaran moral serta tubuh yang sehat untuk dapat menjadi generasi yang unggul.

"Hal ini juga harus menjadi perhatian penuh dari para orang tua, pendidikan awal berasal dari keluarga dan masyarakat tempat dia tinggal, menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang baik adalah tanggung jawab bersama," tuturnya.

Lanjut Narjo, banyak manfaat dari Pesantren Ramadhan, salah satunya dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Pastinya dianjurkan mengingat Allah SWT selalu di setiap waktu dan setiap nafas, serta selalu taat kepada apa yang di perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.

"Saya sampaikan apresiasi kepada panitia beserta pengurus masjid yang memanfaatkan keberkahan bulan Ramadhan ini, semoga kegiatan ini terus berjalan di tahun selanjutnya," pungkasnya.

Ketua Panitia Kegiatan H Ahmad Sururi mengatakan Pesantren Ramadhan digelar selama 10 hari, dibuka mulai 2 Mei sampai 11 Mei. Diikuti para pelajar dari tingkat SD/MI sampai tingkat SM/MA, sebanyak 90 peserta.

"Adanya kegiatan ini, untuk menghidupkan kembali masjid maupun musala di wilayah Kabupaten Brebes, karena di bulan suci ini perlu adanya penguatan pendidikan Islam kepada anak," jelasnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan tausyiah KH Akrom Jangka Dausat, pemberian bantuan sembako dari Basnaz Brebes, kemudian buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah.
Pesantren Ramadhan digelar Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wanasari. Pesantren Ramadhan berlangsung sejak 2015 setiap bulan Ramdhan dan pernah libur pada 2020.

“Alhamdulillah, saat ini setelah Corona landau, kami kembali menggelar Pesantren Ramadhan yang tentunya dengan menerapkan protocol Kesehatan,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWC NU Wanasari H Takmuri MPd di sela kegiatan.
Pembelajaran ala pesantren, dibagi dalam beberapa kelas yakni di Masjid, Madrasah, dan rumah-rumah warga seputar masjid.


Wartawan : Krisna
Lebih baru Lebih lama