JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Gempa M 4,9 Guncang Pasaman Sumatera Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Foto : Gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,9 pada koordinat 0.05 LS dan 100.03 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada 25 km barat daya Pasaman, Provinsi Sumatera Barat di kedalaman 10 km, Sabtu (12/6) pukul 04.37 WIB.


Nasional, Jendelaindonews - Masyarakat Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) merasakan gempa Magnitudo (M) 4,9 pada Sabtu (12/6) pukul 04.37 WIB. Hasil pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.


Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terletak pada koordinat 0.05 LS dan 100.03 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada 25 Km barat daya Pasaman, Sumbar pada kedalaman 10 Km. Melalui rilis yang dikeluarkan Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, diketahui lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi tersebut merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sumatera segmen Sianok.   


Guncangan gempabumi ini dirasakan di wilayah Agam II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), kemudian di wilayah PadangPanjang, Bukittinggi, Pariaman, Padang, Lubuk Basung I-II MMI. Senada dengan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, gempa dirasakan kuat dan berayun di Lubuk Sikaping selama kurang lebih 5 detik. 


Hingga berita ini dirilis belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Sementara petugas masih melakukan pemantauan situasi pasca gempa.


BMKG juga menginformasikan, hingga pukul 05:00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). BMKG juga merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa sebelum kembali ke dalam rumah.  


Sementara menurut kajian InaRISK BNPB, Kabupaten Pasaman, Sumbar memiliki risiko bencana gempabumi sedang hingga tinggi denga luas risiko 24.202 atau 7 kecamatan terpapar. BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya gempa bumi. Fenomena alam ini belum dapat diprediksi waktu terjadinya. Korban luka-luka atau bahkan meninggal dunia saat gempa terjadi umumnya disebabkan reruntuhan bangunan dan bukan gempanya.


Editor : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama