Gempabumi M 5,4 Guncang Bengkulu Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

(Foto//Ilustrasi Gempa Bumi)
Bengkulu, Jendelaindo - Bengkulu kembali diguncang gempa, kali ini gempabumi Magnitudo (M) 5,4 terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan pada Minggu (20/6) pukul 04.12 WIB. Masyarakat setempat merasakan guncangan gempa sedang selama 2 hingga 3 detik.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa berada di 4.77 Lintang Selatan, dan 102.52 Bujur Timur, sementara pusat gempa berada di laut, tepatnya 56 km Barat Daya Bengkulu Selatan. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak berpotensi tsunami. 
BMKG juga mencatat intensitas kegempaan dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang menunjukkan wilayah Manna IV MMI, Bengkulu III MMI dan wilayah Kepahiang II-III MMI.
Dalam laman websitenya BMKG menjelaskan, IV MMI dapat diartikan getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan, masyarakat tidak panik saat gempa terjadi. Hingga berita ini dirilis belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian akibat gempabumi ini. Sementara itu, petugas masih terus melakukan pemantauan situasi pasca gempa.
Kabupaten Bengkulu Selatan termasuk wilayah yang berada pada potensi bahaya gempabumi kategori sedang hingga tinggi. Analisis InaRISK menunjukkan sebanyak 11 kecamatan di wilayah ini berada pada potensi bahaya tersebut dengan luas risiko 44.249 hektar. BNPB menghimbau agar masyarakat selalu waspada dan siaga terhadap potensi bahaya gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dampak korban jiwa biasanya terjadi karena reruntuhan bangunan dan bukan gempanya. 

Tim Komunikasi Kebencanaan BNPB
Editor : Arief Ferdianto
Lebih baru Lebih lama