JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Pemkab Brebes MoU Dengan CropLife Indonesia Guna Antisipasi Peredaran Obat Palsu Pertanian


Brebes,Jendelaindo - 
Guna mengantisipasi maraknya peredaran obat pertanian palsu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menandatangi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan CropLife Indonesia. 

Penandatangan dilakukan oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dengan  Executive Director CropLife Indonesia Agung Kurniawan, di Grand Dian Hotel Brebes, Rabu (9/6). 

“Pemkab Bersama stakeholder terkait, berkomitmen membantu pengawasan peredaran dan penggunaan pestisida palsu,”ujar Idza Priyanti 
Idza juga menyarankan agar para petani dalam menggunakan pestisida membuang atau membakar kemasan wadah bekas pestisida, sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak lain untuk dijadikan wadah atau kemasan pestisida palsu.

Kabupaten Brebes, tauturnya, merupakan sektor dominan yang mendukung perekonomian daerah. Budidaya tanaman pangan dan tanaman hortikutlura, menduduki posisi utama. Pada budidaya tanaman hortikultura bawang merah, cabai dan tanaman sayur-sayuran, penggunaan pestisida sangat intensif. Karena jenis hama dan penyakit yang menyerang  jenis tanaman tersebut juga relatif banyak. 

Di sisi lain penggunaan produk perlindungan tanaman yang intensif membawa konsekuensi kebutuhan yang besar atas produk tersebut. Dampak selanjutnya adalah potensi terjadinya penurunan daya dukung lingkungan karena polusi bahan kimia, juga dampak lain adalah munculnya pihak-pihak tidak bertanggungajawab yang memproduksi pestisida palsu dan ilegal. 

Hasil survei insight asia  tahun 2017, yang dimuat dalam laporan tahunan croplife indonesia tahun 2019, menunjukkan bahwa dari sejumlah petani yang disurvei kurang lebih 26 % diantaranya mengakui pernah membeli pestisida yang kemudian diketahui adalah pestisida palsu.

“Saya berharap pembinaan penggunaan pestisida yang aman dan bertanggungjawab serta dukungan pada upaya penanganan pestisida ilegal yang dilakukan aparat kepolisian perlu terus dilanjutkan,” tandas Idza.

Petani di Brebes diminta waspada dan mengenali keaslian kemasan pestisida agar tidak dirugikan. Sebagai daerah penghasil bawang merah, Brebes berpotensi menjadi sasaran peredaran pestisida palsu, tingginya potensi peredaran pestisida palsu ini diungkapkan Agung Kurniawan,


Wartawan : Krisna
Lebih baru Lebih lama