JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Penjual Sabu Diciduk di Cilandak, Diduga Dikendalikan Oleh Napi

Jakarta, Jendelaindo - Petugas Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, meringkus A Djamaludin karena menjual sabu . Kepada polisi, Djamal mengaku menjual sabu yang diperintahkan dari seorang napi .

Kapolsek Cilandak, Kompol Agung Permana mengatakan, Djamaludin ditangkap di kawasan Cilandak Barat dengan barang bukti berupa sabu sebanyak 20,76 gram. Penangkapan berawal saat polisi menerima informasi tentang kerap terjadinya transkasi sabu di kawasan tersebut hingga akhirnya pelaku berhasil diciduk.

“Dia ngaku sabu ini miliknya yang didapatkan dari temannya, Fuad, dia ambil dari Kebon Pisang, Tanjung Priok,” kata Agung kepada wartawan Kamis (26/8/2021).

Dia menerangkan, sabu sebanyak 20,76 gram itu imbalan dari Fuad lantaran pelaku sudah 3 kali menjadi kurir sabu dengan tiap pengiriman sebanyak 1 kg dan sabu itu dikirimkan ke seseorang bernama Jack. Fuad merupakan seorang napi yang saat ini masih mendekam di lapas terkait kasus narkotika.

“Djamal dan Fuad ini pernah di tahan bersama terkait narkotika sehingga mereka berteman dan sering berkomunikasi lalu pelaku membantu mengirim sabu ke seseorang,” terangnya.

Dia menambahkan, polisi bakal terus melakukan pendalaman, termasuk berkoordinasi dengan pihak lapas terkait guna mengamankan pelaku lainnya. Djamal kini dijerat pasal 112 (2) UU RI No. 35 Tahun 2008 tentang narkotika dengan maksimal hukuman seumur hidup.(Red/Arief/Hms)

Lebih baru Lebih lama