JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Wabup Ciamis Ikuti Rakor Bersama TKPK Provinsi Atasi Masalah Kemiskinan

Kabupaten Ciamis, jendelaindo - Salah satu upaya menanggulangi masalah kemiskinan di Jawa Barat, Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra ikuti koordinasi bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ( TKPK ) Provinsi secara virtual bertempat di aula ULP Sekertariat Daerah. 25/08/2021.

Hadir dalam Rakor tersebut, Asisten Daerah 1, Kepala Bappeda, Kepala Disdukcapil, Kepala DPMD serta para SKPD terkait lainnya.

Kepala Bappeda Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif menyampaikan, pada bulan Maret 2021 presentase penduduk miskin Provinsi Jawa Barat berada di posisi 16 terendah Nasional. Namun, jumlah penduduk miskin Provinsi Jawa Barat masih diurutan ke 2 terbanyak Nasional. Ujarnya.

Penduduk Jabar dalam periode September 2016 hingga 2019 telah mangurangi sebanyak 702 ribu jiwa dan penurunan angka kemskinan sebesar 1,95%. Jelasnya.

Pada bulan September 2020 terjadi penambahan sebanyak 812 ribu jiwa atau kenaikan angka kemiskinan sebesar 6,61%.

" Melonjaknya angka kemiskinan yaitu salah satunya disebabkan pandemi Covid19 yang berkelanjutan sehingga berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk ". Kata Ferry.
Ferry katakan, terĸapat 15 Kabupaten Kota dengan tingkat kemiskinan lebih dari Provinsi.

Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan jumlah orang miskin terbanyak dan Kota Tasikmalaya dengan presentase tertinggi. Paparnya.

Lanjut Ferry, misi tiga pilar percepatan penanggulangan kemiskinan yaitu komitmen pemerintah, target program konvergensi, target serta sasaran hingga evaluasi.

Sementara itu, Wagub Jabar  Uu Ruzhanul Ullum mangatakan, hal tersebut merupakan tanggung jawab semua Kepala Daerah Kabupaten atau Kota.
" Kemiskinan merupakan tugas inti daripada kita sebagai pimpinan di daerah ". Kata Wagub.

Wagub sampaikan, salah satu yang menjadi faktor kemiskinan di Jawa Barat yaitu tingkat - tingkat pendapatan rumah tangga yang rendah.

Selain daripada itu, lanjut Wagub, tingkat pendidikan formal masyarakat yang rendah dan terbatasnya lapangan pekerjaan juga menjadi salah satu faktornya.

" Salah satu upaya yang dapat dilaksanan adalah berupa pelatihan usaha, peminjaman modal serta adanya kolaborasi antar daerah baik itu kabupaten dan Kota ataupun Provinsi dengan Kabupaten/Kota ". Terangnya.

Wagub menambahkan, yang tidak kalah penting adalah para Kepala Daerah harus mengatasi dan bereksperimen dalam mengatasi masalah kemiskinan tersebut. Pungkasnya.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama