JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Menyandang Level 1, Kota Tegal Tidak Boleh Lengah

Tegal,Jendelaindo - Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) No. 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Kota Tegal per tanggal 19 Oktober sudah level 1 dan zero Covid-19.

Namun demikian Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyanto mengingatkan masyarakat Kota Tegal untuk tidak boleh lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Ujian kita belum selesai sudah ada varian baru lagi. Kita harus tetap antisipasi dan waspada," ucap Wali Kota Tegal saat mengikuti Rakor PPKM dan Percepatan Vaksinasi Covid-19 Kota Tegal, di Adipura Balaikota Tegal, Jum'at (22/10/2021).

Apalagi, kata Wali Kota, diprediksi di Indonesia akan ada gelombang ketiga pada akhir tahun. 

Tentunya kondisi ini, membuat pemerintah sudah harus mengantisipasi dari awal. Wali Kota Tegal mengatakan sudah mempersiapkan dengan dinas terkait, skenario penutupan 29 titik yg akan ditutup apabila benar-benar terjadi. 

Namun begitu Wali Kota Tegal, berharap hal tersebut tidak akan terjadi. Karena Wali Kota meyakini kesadaran masyarakat khususnya Kota Tegal sudah mulai tinggi. 

"Saya berharap percepatan vaksinasi tahap dua sudah bisa di selesaikan," harapnya.

Hal serupa juga dikatakan Sekda Kota Tegal Johardi, untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan komitmen, kerja keras semua pihak agar status Kota Tegal yang sudah level satu bisa dipertahankan seterusnya.  Hal tersebut diamini oleh semua peserta yang hadir.

"Tidak boleh lengah, tidak boleh kendor, dan tidak boleh meremehkan," ujarnya.

Terjadinya gelombang ketiga juga diperingatkan oleh Kapolres Kota Tegal, AKBP Rahmad Hidayat agar masyarakat tidak boleh lengah dan berbangga diri dengan status Level 1.

Apalagi Kota Tegal menjadi salah satu dari dua Kota di Jawa Tengah yang masuk level 1.

"Tidak boleh euforia dan underestimate atas tercapainya yg sdh kita raih dalam ppkm level satu," ujarnya.

Dikatakan Kapolres, bukan hal yang mudah untuk mencapai level satu dalam waktu satu setengah bulan. Menurutnya itu hal yang sangat luar biasa. Tentunya tidak terlepas dari kerjasama semua pihak dan komitmen Wali kota Tegal dalam menanggulangi Covid-19.

"Dari awal di bawah kepemimpinan Pak Wali yang sangat konsisten dan komitmen untuk penanganan covid19 ini," tambah Kapolresta.

"Mari kita bersama mengajak keluarga, diri kita untuk tetap waspada menghadapi, Covid-19, tetep semangat. Berikan yg terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara khususnya warga Kota Tegal," ajak Kapolres Tegal Kota.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama