JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Antisipasi Terjadinya Bencana Alam di Kota Tegal, Polisi Bersama Stakeholder Gelar Kegiatan FGD

Tegal,Jendelaindo - Memasuki bulan November yang merupakan musim penghujan, Polres Tegal Kota menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai instansi dan komponen masyarakat di Kota Tegal membahas mitigasi bencana, Selasa (09/11/2021).

Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat,S.S melalui Wakapolres Kompol Zaenal Arifin, S.I.P,M.H menyampaikan akan mempersiapkan betul apapun yang diperlukan supaya masyarakatnya terhindar dari bencana dan hal-hal yang tidak diinginkan

“Fokus Grup Diskusi ini merupakan salah satu langkah bersama dalam upaya kesiapan menanggulangi dan menangani potensi berikut dampak yang terjadi akibat bencana diwilayah Kota Tegal,” ujar Kompol Zaenal 

Menurutnya, saat ini bencana alam yang berpotensi terjadi di Kota Tegal adalah banjir terlebih saat memasuki musim penghujan meskipun dengan risiko sedang. 

Berdasarkan pemetaan BPBD Kota Tegal, dari 27 kelurahan yang ada di Kota Tegal terdapat 18 kelurahan yang rawan banjir limpahan sungai maupun rawan banjir perkotaan,” terangnya

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Wakapolres maka harus dilaksanakan pendekatan Kolaboratif Pentahelix yaitu kolaborasi Stakeholder bersama seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Kota Tegal.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar mereka mampu melakukan tindakan untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana,” tuturnya

Sementara dalam diskusi yang diikuti oleh para Camat, Danramil , Kapolsek berikut para kepala Kelurahan bersama ketua LPMK, Relawan dan Linmas Kota Tegal ini menghadirkan nara sumber Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan,S.Sos dan Kasi Opsnal Pol PP Kota Tegal, M Saefudin Hilmi, S.Ag

Selain kesiapan personel dan Sarpras guna antisipasi, juga dibahas pemetaan wilayah rawan bencana hingga pembagian relawan kebencanaan melalui pelibatan potensi masyarakat dan pendampingan masyarakat tentang wawasan serta kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama