HEADLINE ➤ JENDELAINDO NEWS UPDATE ➤ Rugikan Negara Rp.22,7 Triliun, Mantan Dirut Asabri Divonis Hukuman 20 Tahun Penjara ➤ BKPK Gelar OTT, Dikabarkan Wali Kota Bekasi Diamankan ➤ Hebat, Awali Tahun 2022 Polres Tegal Ungkap Kasus Narkoba Jenis Sabu ➤ Terbakar Api Cemburu, Suami Tega Bacok Leher Istri Saat Tidur Hingga Tewas ➤ Wau! Ladang Ganja Seluas 16 Hektar ini Berhasil Dimusnahkan ➤ Batal Dihapus, Presiden Jokowi Instruksikan BBM Premium Disalurkan di Seluruh Indonesia ➤ Bahar Smith Ditahan Atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong ➤ Ajak Anak SD Nonton Film Porno, Pria ini Diduga Mencabuli Sebanyak 2 Kali ➤ Kejaksaan Tinggi Banten, Pecat Jaksa Nakal Yang Diduga Memeras Terdakwa ➤ Presiden Joko Widodo : 136 Kasus Varian Omicron, Perketat Pintu Masuk Kedatangan dan Karantina ➤ 14 Kepala Pukesmas Kembalikan Dana Dugaan Korupsi Covid-19 ➤ Artis Yang Diduga Terlibat Kasus Prostitusi Online Bukan Hanya CA ➤ Perokok Wajib Simak : Ini Dia Daftar Kenaikan Harga Rokok Tahun 2022 ➤ Wau! Artis ini Bandrol Tarif Sekali Kencan Sebesar 30 Juta ➤ Terjaring OTT, Satlantas Polresta Ambon ini Dinonaktifkan ➤ www.jendelaindo.com - informasi akurat terpercaya

LSM GMBI Distrik Tegal Raya Kutuk Keras Pembantaian 3 Anggota Rembang

Tegal, Jendelaindo -  Insiden Pembantaian terhadap Tiga Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), yang mengakibatkan satu anggota meninggal dunia dimana mereka akan melakukan aksi damai di Pabrik Karawang International Industri City (KIIC) Karawang, Jawa Barat, Rabu (24/11/21).

Ketua LSM GMBI Distrik Tegal Raya Mulyadi,S.E menyampaikan mengutuk keras aksi penghadangan dan pembantaian terhadap 3 anggota GMBI yang lagi mencari makan oleh kelompok ormas GMPI, Kompak, Laskar NKRI, dan LMP yang diduga menggunakan senjata tajam (sajam) hingga membuat satu orang meninggal dunia, Jum'at 26/11/21 saat di temui di kantor sekretariat LSM GMBI Distrik Tegal Raya jalan Irian Kota Tegal.

Lantaran kejadian tersebut membuat LSM GMBI Tegal Raya merespon cepat tindakan anarkis dan Arogant yang terjadi dan merasa prihatin lantaran bukan tanpa alasan, pasalnya penghadangan 3 anggota GMBI yang lagi mencari makan oleh kelompok ormas GMPI, Kompak, Laskar NKRI, dan LMP yang diduga menggunakan senjata tajam (sajam) hingga membuat satu orang meninggal dunia.

“Saya pribadi dan Lembaga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ahmad Sudir, Keluarga Juga saudara kami di Kabupaten Karawang, salah satu anggota dari Distrik Rembang Divisi Pengamanan ucapnya.
Atas kejadian tersebut Ketua LSM GMBI Distrik Tegal Raya Mulyadi, S.E menilai ada indikasi kelambatan dan kelalaian dari pihak Polres Karawang dalam mengantisipasi timbulnya pembantaian terhadap satu orang anggota GMBI yg  merenggut nyawa.

“Hendaknya Polres Karawang dapat mengantisipasi, mencegah Akan terjadinya pembantaian tersebut apabila sejak awal sudah mampu melakukan deteksi dini potensi gangguan keamanan dan bisa mengantisipasinya agar tidak terjadi pembantaian tersebut, ” terangnya.

Karena menurut Mulyadi peristiwa pembantaian yang terjadi terhadap anggota GMBI di Kabupaten Karawang jelas bukan merupakan kejadian yang terjadi secara spontan, melihat dari rangkaian kejadian yang ada.

“Karena ketiga orang yang dihadang ormas gabungan itu mau membeli makanan,Kemudian ormas - ormas tersebut Langsung Memukuli dan Menghancurkan Mobil mereka yang akhirnya 3 orang LSM GMBI tersebut berhamburan keluar,

Adapun Aparat kepolisian Yang Berada Di TKP seakan akan membiarkan kejadian tersebut, Tiba-tiba mereka bertiga diserang dan dikeroyok oleh ratusan orang yang tidak sebanding sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Aksi damai tersebut berjalan lancar, aman dan damai tidak terjadi keos. Untuk itu saya prihatin dengan kinerja Polres Karawang tersebut,” tegasnya.

Melihat hal itu pula Mulyadi S.E menduga massa yang membantai anggota GMBI telah mempersiapkan diri dengan menggunakan senjata tajam yang jelas-jelas melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951.

Atas kejadian tersebut,Polres Kerawang Polres dan PT KIIC harus bertanggung jawab karena kita menduga kejadian ini sudah terencana dengan baik,sehingga empat kelompok masa yang di komandoi oleh Ormas GMPI secara leluasa membawa sajam,pungkasnya.

Red/Sholeh
Previous Post Next Post