HEADLINE ➤ JENDELAINDO NEWS UPDATE ➤ Rugikan Negara Rp.22,7 Triliun, Mantan Dirut Asabri Divonis Hukuman 20 Tahun Penjara ➤ BKPK Gelar OTT, Dikabarkan Wali Kota Bekasi Diamankan ➤ Hebat, Awali Tahun 2022 Polres Tegal Ungkap Kasus Narkoba Jenis Sabu ➤ Terbakar Api Cemburu, Suami Tega Bacok Leher Istri Saat Tidur Hingga Tewas ➤ Wau! Ladang Ganja Seluas 16 Hektar ini Berhasil Dimusnahkan ➤ Batal Dihapus, Presiden Jokowi Instruksikan BBM Premium Disalurkan di Seluruh Indonesia ➤ Bahar Smith Ditahan Atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong ➤ Ajak Anak SD Nonton Film Porno, Pria ini Diduga Mencabuli Sebanyak 2 Kali ➤ Kejaksaan Tinggi Banten, Pecat Jaksa Nakal Yang Diduga Memeras Terdakwa ➤ Presiden Joko Widodo : 136 Kasus Varian Omicron, Perketat Pintu Masuk Kedatangan dan Karantina ➤ 14 Kepala Pukesmas Kembalikan Dana Dugaan Korupsi Covid-19 ➤ Artis Yang Diduga Terlibat Kasus Prostitusi Online Bukan Hanya CA ➤ Perokok Wajib Simak : Ini Dia Daftar Kenaikan Harga Rokok Tahun 2022 ➤ Wau! Artis ini Bandrol Tarif Sekali Kencan Sebesar 30 Juta ➤ Terjaring OTT, Satlantas Polresta Ambon ini Dinonaktifkan ➤ www.jendelaindo.com - informasi akurat terpercaya

Mantri Bank Kasus Terduga Korupsi Rp 6,9 Miliar, Masuk Tahap Persidangan


Surabaya, Jendelaindo - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memastikan kasus perbankan dengan tersangka Hendra Dwi Prasetyo segera masuk tahap persidangan.


Hendra merupakan mantri atau marketing disalah satu Bank plat merah di kawasan Pucang Anom Surabaya dengan dugaan korupsi senilai Rp Rp. 6.917.475.096.


Kasi Intel Kejari Surabaya, Khristiya Lutfiasandhi menyatakan berkas perkara Hendra Dwi Prasetyo sudah lengkap. "Setelah dilakukan pemeriksaan, oleh Penuntut Umum tersangka langsung ditahan di Rutan Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.


Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penuntutan (T-7) Nomor : Print- 01/M.5.10/Ft.1/01/2022, tersangka ditahan selama 20 hari kedepan sejak hari ini,” papar Khristiya Lutfiasandhi dalam pers rilisnya yang diterima Kamis (13/01/2022).


Khristiya Lutfiasandhi dalam rilisnya juga menjelaskan bahwa tersangka Hendra Dwi Prasetyo dijerat dengan pasal berlapis karena melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sejak tahun 2017 sampai dengan Tahun 2019.


Pasal berlapis tersebut menurut Khristiya adalah, Primair, Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Subsidair Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jo 55 ayat 1 ke-1 jo 64 KUHP.


Kendati sudah terang benderang mengungkap kerugian negara di perkara ini, namun, Khristiya Lutfiasandhi tidak membeberkan secara rinci modus yang dipakai tersangka Hendra Dwi Prasetyo dalam menggarong uang negara tersebut, termasuk keterlibatan pejabat lain di Bank Plat Merah itu


Laporan : RZK

Editor : Arief Ferdianto

Previous Post Next Post