BREAKING NEWS Akibat 25 Sapi Positif PMK, Pemkab Magetan Kini Lockdown 2 Kecamatan ➤ Pukesmas Plaosa Tak Izinkan Gunakan Ambulan, Pasien Malah Disuruh Berbohong ➤ Akibat Larang Wartawan Untuk Meliput, Ketua MOI Magetan Layangkan Somasi ➤ Ratusan Warga Wadasmalang Kebumen, Gelar Aksi Demo Terkait Dugaan Korupsi ➤ Lambat Terima Suplay BBM Dari PERTAMINA, Keberakatan Cantika 77 Molor Sehari ➤ Keterbatasan Listrik di Kasonaweja Berasalan Dana? ➤ PBG Dan Status Lahan Pembangunan Balai Desa Wanasari Patut Di Pertanyakan ➤ Waspada Awal Musim Kemarau, 5 Hektar Lahan di Kalteng Kebakaran ➤ Master Limbad Hadiri Acara Silaturahmi di Pemkot Tegal ➤ Usai Lebaran, Jasa Pijat Urut Laris Bockingan ➤ Banjir di Kabupaten Poso Telah Surut, Warga Diimbau Tetap Waspada ➤ Banjir Landa Tiga Kecamatan Di Purwakarta, Akses Jalan Pemukiman Warga Alami Kerusakan ➤ Kpk Tetapkan Bupati Bogor "ADE YASIN Atas Dugaan Korupsi ➤ Wow! 3 Pasangan Mesum di Kota Tegal Terjaring Satpol PP ➤ Pemkot Tegal Serahkan Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun Anggaran 2022 ➤ Tempat Hiburan Malam di Kota Tegal Diimbau Tutup Sementara ➤ Sastrawati Kawakan Asal Tegal, "Diah Setyowati Turut Semarakan Acara Bhaksos Jendelaindo ➤ Media Jendelaindo Giat Sinergitas Kepedulian dan Berbagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan ➤www.jendelaindo.com - informasi akurat terpercaya

Pelapor Dugaan Korupsi Mantan Kepala Dindik Brebes Silahturahim ke Kantor LAPPAS-RI

Brebes,Jendelaindo - Mantan Kepala sekolah SMP N 1 Wanasari Kabupaten Brebes, Murniasih, M.P.d bersilahturahmi kekantor Lembaga Analisa Pengawasan Publikasi Anggaran Dan Sistim Republik Indonesia (LAPPAS-RI) yang beralamat di Jl.Sangkal Putung RT.05/RW 19 Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten Brebes, Selasa (24/05/2022)

Murniasih, M.Pd menerangkan bahwa kedatangannya ke kantor LAPPAS-RI, semata mata untuk bersilahturahmi dan menyampaikan ucapan terima kasih atas suport yang telah di lakukan oleh NGO LAPPAS, Ormas Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK-RI) dan Ormas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) serta teman teman dari ormas media Insan Pers Kabupaten Brebes.

Saya datang ke kantor Lappas untuk silahturahmi, kepada semua rekan rekan yang kemarin melakukan audensi dengan Kejaksaan Negeri kabupaten Brebes, menanyakan perkembangan kasus pelaporan saya tentang dugaan korupsi yang terjadi dilingkungan Dinas pendidikan kabupaten Brebes pada tahun 2019, dan memberikan data data pendukung terkait pelaporan itu," Beber Murniasih.

"Saya terus terang sangat terharu, ternyata banyak rekan rekan dari lembaga, Ormas dan Media dikabupaten Brebes yang mensuport saya dalam rangka melaporkan dugaan dugaan korupsi dilingkungan dinas pendidikan kabupaten Brebes di tahun 2019, saya sangat berterimakasih dengan semuanya karena pada saat saya merasa sediri karena masalah pelaporan ini, yang menyebabkan saya di mutasi Kesekolah terpencil, ternyata masih ada teman teman yang mendukung dan mensuport saya dan kebetulan semua berkumpul di sini, "Beber Murniasih.

Saya melaporkan mantan kadindik karena saya peduli nasib pendidikan di kabupaten Brebes yang menurut saya dindik kurang maksimal dalam memajukan pendidikan di Brebes, ini memprihatinkan karena semua seperti ada dugaan dugaan yang mengkondisikan semua hal yang diduga di lakukan oleh oknum tertentu di kalangan dindik, kita tau di dinas pendidikan yang sekarang orang yang menduduki di atas, semua hampir berlatar belakang dari kepala sekolah SD yang menurut saya kurang mumpuni dan kurang pengalaman dalam hal pendidikan, yang bisa berpotensi akan menjadi penghambat dalam menjalankan amanah untuk memajukan masalah pendidikan di kabupaten Brebes," Tutup Murniasih.

Terpisah Ketua LAPPAS -RI menyampaikan bahwa kedatangan, Murniasih ke kantor Lappas, terkait masalah data data pendukung yang di miliki ibu Murniasih, namun menurut nya, data data yang ibu murniasih bawa masih kurang kuat, masih prematur dan pihaknya juga berharap jika memang kurang kuat kuat atau prematur, agar pihaknya meminta maaf ke terduga terlapor.
"Untuk saya sendiri dari pihak LAPPAS -RI akan tetap melakukan kajian kajian hukum untuk mempelajari bukti bukti yang sudah ada untuk melangkah ke instansi yang lebih tinggi," Jelas Purwanto.

Wartawan : Firdaus
Lebih baru Lebih lama