JENDELAINDO - Yayasan Dian Dharma (YDD) Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan Peringatan Hari Kartini ke-147 yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 H di Pendapa Kabupaten Banjarnegara, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus yayasan serta 250 kepala sekolah dan guru TK Pertiwi se-Kabupaten Banjarnegara.
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yayasan Dian Dharma, dan Ibu Kita Kartini. Juga dibacakan ikrar silaturahmi oleh Sri Sulistiani S.Pd.AUD, Kepala TK Pertiwi Luwung.
*Profesionalisme guru*
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Dian Dharma, Sri Rejeki, SE mengingatkan pentingnya peningkatan profesionalisme guru TK Pertiwi serta penguatan sinergi dan komunikasi yang harmonis di lingkungan satuan pendidikan.
“Kami mengingatkan agar komunikasi antara kepala sekolah dan guru berjalan dengan baik. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, tetapi tempatkan posisi masing-masing secara profesional sesuai aturan agar tercipta etos kerja yang sehat,” ujar Sri Rejeki.
Ia juga mengajak seluruh pendidik untuk menjaga kerukunan serta menghindari ego sektoral dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi.
Selain itu, Sri Rejeki menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan halal bihalal merupakan salah satu bentuk efisiensi kegiatan, sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Dalam rangka menyongsong tahun ajaran baru, YDD juga mendorong para pendidik untuk terus berinovasi agar TK Pertiwi di setiap desa memiliki daya saing yang kuat dan mampu menarik minat masyarakat.
“Yayasan ingin membentuk anggotanya menjadi perempuan yang kuat, berakhlak, dan profesional, baik sebagai ibu, istri, maupun ibu guru. Nilai-nilai inilah yang dahulu diperjuangkan RA Kartini, sehingga kini perempuan dapat sejajar dengan laki-laki dalam karier dan kehidupan,” jelasnya.
*Tertib Administrasi*
Pada aspek administrasi, seluruh unit sekolah diminta menertibkan administrasi perkantoran maupun keuangan sesuai regulasi yang berlaku. Untuk peningkatan kualitas SDM, pengangkatan guru baru ke depan diwajibkan berkualifikasi Sarjana Pendidikan (S1).
“Untuk pengajuan Guru Tetap Yayasan (GTY) maupun Guru Tidak Tetap Yayasan (GTTY), masa pengabdian minimal dua hingga tiga tahun. Sementara bagi yang akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), wajib memiliki SK GTY, NUPTK, serta izin kepala sekolah,” imbuhnya.
*Makna Lebaran*
Acara diakhiri dengan siraman rohani halal bihalal yang disampaikan Al Mukarrom KH Nassirin dari Kemenag Banjarnegara. Kyai Nassirin mengulas makna tradisi lebaran melalui filosofi “kupat” sebagai ngaku lepat (mengakui kesalahan), “lebaran” yang berarti kelapangan hati, “leburan” bermakna melebur dosa, serta “laburan” sebagai simbol kembali hati yang suci.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan keikhlasan dalam beramal. Tidak elok menggerutu karena dapat menghilangkan pahala. Lebih baik ikhlas daripada berbuat tetapi tidak mendapatkan pahala.
Mengusug tema “Peningkatan Profesionalisme Wanita”, Yayasan Dian Dharma ingin memantik semangat para guru TK Pertiwi untuk terus menjadi teladan dalam kemajuan pendidikan anak usia dinid.
Pada kesempatan tersebut diberikan apresiasi berupa tali asih kepada dua kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas, yakni Sudarti, S.Pd.AUD (Kepala TK Pertiwi Lestari 3 Jenggawur, Banjarmangu) dan Asih Andayani, S.Pd.AUD (Kepala TK Pertiwi Puspitarini Gumelem Wetan, Susukan).
(mjp).

