JENDELAINDO - Dewan Kesenian Kabupaten Banjarnegara terus berupaya menjaga denyut kehidupan seni di daerahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar acara bertajuk "Dewan Kesenian Proudly Present: Tribute to Donny Fattah" di Historia Cafe Surya Yudha Banjarnegara, Sabtu (13/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Donny Fattah, sang musisi legendaris Indonesia dan salah satu pendiri sekaligus bassis grup musik God Bless, dan pernah tercatat sebagai anggota grup musik Gong 2000.
Sejumlah band lokal Banjarnegara turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya Svarna, Estrella, Kitchen Set, Lord X, T&F, Gank Soul, dan Mr. Crab. Mereka membawakan sejumlah lagu yang identik dengan perjalanan musikal God Bless dan karya-karya yang pernah dipopulerkan Donny Fattah.
Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar konser musik, melainkan ruang apresiasi terhadap sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan musik rock Indonesia.
"Yang pertama tentunya ini adalah bentuk penghargaan kepada almarhum Donny Fattah yang meninggal pada 7 Maret 2026. Beliau merupakan tokoh musik besar yang menjadi pelopor sekaligus bagian penting dalam terbentuknya God Bless, band legendaris yang hingga sekarang masih tetap eksis," kata Ismawan.
Menurut dia, perjalanan dan karya-karya Donny Fattah telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak musisi, termasuk para penggemar dan pelaku seni musik di Banjarnegara.
"Beliau menginspirasi kami di Banjarnegara, khususnya para penggemar God Bless dan musisi-musisi lokal. Malam ini kami merangkai semua inspirasi itu menjadi sebuah pertunjukan yang bisa dinikmati bersama," ujarnya.
Lebih lanjut, Ismawan mengaku terkesan dengan keterlibatan berbagai generasi musisi dalam acara tersebut.
"Ada band legendaris Banjarnegara yang tampil, tetapi juga ada anak-anak SMA yang ternyata mampu memainkan lagu-lagu God Bless dengan sangat baik. Ini luar biasa karena lagu-lagu itu lahir jauh sebelum mereka lahir. Artinya, karya tersebut mampu menembus ruang dan waktu serta masuk ke alam pikir generasi muda," ungkapnya.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa proses pewarisan nilai-nilai seni dan budaya masih berlangsung dengan baik di tengah perubahan zaman.
Diketahui, selama beberapa waktu terakhir, Dewan Kesenian Kabupaten Banjarnegara memang cukup aktif menggelar pertunjukan musik dengan genre rock.
Menurut Ismawan, pilihan tersebut didasarkan pada karakter dan antusiasme komunitas musik yang berkembang di Banjarnegara.
"Saya melihat warna musik rock cukup cocok dan memiliki basis penggemar yang kuat di Banjarnegara. Meskipun demikian, bukan berarti kami hanya akan fokus pada rock. Step by step, Dewan Kesenian juga akan menggelar berbagai pertunjukan seni dan genre lainnya," jelasnya.
Ia menambahkan, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium sosial yang mampu mempertemukan banyak orang dalam satu ruang kebudayaan.
"Banyak musisi yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bisa berkumpul kembali dalam suasana yang hangat ini. Bahkan, saya sempat terharu melihat semua itu bisa terjadi dan terlaksana dengan sukses," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ismawan juga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap perkembangan ekosistem seni dan budaya daerah.
Menurut dia, ruang ekspresi yang memadai sangat penting untuk mendukung lahirnya generasi seniman baru yang mampu berkembang secara profesional.
"Saya berharap semakin banyak ruang dan kesempatan bagi para pelaku seni untuk mengeksplorasi dan menunjukkan kemampuan mereka. Anak-anak muda perlu mendapatkan panggung untuk menampilkan bakat dan kreativitasnya," katanya.
Ia menilai, seni tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi jalan hidup dan sumber kesejahteraan bagi generasi muda apabila dikelola secara serius.
Melalui gelaran tribute tersebut, Dewan Kesenian Kabupaten Banjarnegara tidak hanya mengenang jejak seorang legenda musik nasional, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kreativitas lintas generasi sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan daerah yang berkelanjutan. (Rully)

