Khoirul Anam Resmi Menjabat Dirut PDAM Lawu Tirta

Magetan, JendelaIndo - Khoirul Anam resmi menjabat sebagai Dirut PDAM Lawu Tirta setelah menandatangani kontrak kinerja dengan pemerintah daerah,Selasa 1/9/20 di Pendopo Magetan.

Dirut PDAM Lawu Tirta Choirul Anam mengatakan, dimusim kemarau PDAM mengalami penurunan debit air air yang menjadi kendala setiap tahun. Salah  satu program yang akan dijalankan Choirul Anam adalah pembangunan sumur bor di 3 titi tahun ini. Lagi musim kemarau jadi ada penurunan debit itu yang menjadi pe er saya.  

Tahun ini kita juga membangun sumur baru untuk menambah kapasitas debit. Tahun ini ada 3 sumur uji yang kita bangun kemarin ada di Mojopurno satu, di Klumpit satu lagi di Banjar Mlati yang rencana akan kita lakukan,” ujarnya.

Kebocoran air juga menjadi pe er Dirut PDAM Lawu Tirta Baru mengingat nilai kebocoran masih sangat tinggi. Nilai kebocoran saat ini mencapai lebih dari 30 persen.Khoirul mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian yang dialami oleh PDAM dengan kebocoran air yang masih sanagt tinggi tersebut. 

“Selama ini masih sekitar 30an persen lah sekitar 32 plus minus. (Nilai kerugian berapa?) Kalau nilai itu bagian keuangan, saya ndak tahu rinciannya nilai kerugiannya,” imbuhnya.

Antrian pelanggan baru juga menjadi pe er bagi dirut PDM yang baru ditengah debit air yang menyusut. Meski diakui penambahan pelanggan baru akan mendongkrak pendapatan PDAM, namun ditengah nilai kebocoran yang masih tinggi dan debit air yang  menyusut merupakan permasalahan yang menuntut  penyelesaian yang cepat dan tepat dari Dirut baru PDAM. 

“Berapapun daftar tunggu pelanggan baru nanti kita layani, ada daftar tunggu rutin ada daftar tunggu yang kemarin masuk defeloper dan lainnya. (ada ribuan?) Nanti kita lihat saja saya ngga bawa data,” ucapnya.

Sejumah tekhnologi baru juga akan diterapkan oleh PDAM Lawu Tirta seperti penerapan meter distrik area. Progran PDAM Lawu Tirta seperti menjaga sumbermata air dengan reboisasi juga menjadi program kerja dari Dirut PDAM Baru. 

Wartawan : ARIS 
Lebih baru Lebih lama