Bupati Tegal Launching Aplikasi “MUTAN” (Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan) Bagi PKL

Tegal, Jendelaindo - Pemerintah Kabupaten Tegal hingga saat ini terus berusaha mencegah penyerbarluasan virus covid 19. Salah satu diantarnya saat ini dikembangkan aplikasi   monitoring penerapan protokol kesehatan (MUTAN) dan pembayaran non tunai "link aja" bagi PKL dan pelaku usaha.

Dra Suspriyanti MM Kepala Dinas Dagkop dan UKM  dalam laporanya mengatakan, Pihaknya telah melakukan Entry data  sebanyak 770 PKL dengan rincian PKL AAS 603 orang, PKL Jl. Kagok 52 orang, PKL Rumdin Bupati 39 orang, PKL Monumen GBN 23 orang, PKL RSUD dr. Soeselo 17 orang dan PKL Modern 36 Orang.  

Penerapan sistem Aplikasi MUTAN , nantinya memungkinkan masyarakat dapat ikut serta memonitoring kepatuhan PKL terhadap penerapan Protokol kesehatan dengan cara menscan/memindai QR Code yang tertempel pada gerobak PKL dengan smartphone kemudian memberikan penilaian tingkat kepatuhan PKL pada Aplikasi yang akan diteruskan sebagai laporan ke Satpl PP. Jelasnya

Dengan aplikasi MUTAN masyarakat dapat memberikan penilaian kepada pedagang , apakah penerapan prokes ditempat usahanya, kurang, cukup atau sudah baik dengan score bintang 1,2,3,4 atau 5 . Semakin banyak masyarakt yg memberikan nilai baik maka prokes pedangan tsb baik dan sebaliknya.

Lounching aplikasi MUTAN dilakukan langsung oleh Bupati Tegal Dra.Hj.Umi Azizah di tandai dengan pemukulan gong didampingi Kepala Bank Indonesia Wilayah Tegal, Kadis Kominfo Dessy Arifianto dan Ka dinas/ badan terkait lainnya bertempat di Alun Alun Hanggawana Slawi Minggu 8 Nop 2020.

Bupati Tegal Umi Azizah dalam sambutanya mengatakan, Penerapan Aplikasi MUTAN ini para pedagang segera menyesuaikan diri untuk membiasakan  Pembayaran dengan menggunakan Aplikasi Non tunai Link aja  yang merupakan salah satu inovasi dari Dinas Kominfo  agar  pedagang dalam bertransaksi itu Aman .

Kemudian Hadirnya Aplikasi MUTAN  ini juga sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 karena pedagang dan pembeli dalam transaksi  sudah tidak menggunakan uang secara langsung  yang sangat rentan penyebaran Covid 19. Tegasnya

" Umi menambahkan nantinya para pedagang Kaki lima akan diberikan Reward atau hadiah bagi pedagang yang benar-benar taat menerapkan protokol kesehatan dari  hasil  monitoring dalam waktu sebulan yang bekerjasama dengan BI cabang Tegal.

Masyarakat khususnya para pedagang dan pembeli untuk dapat berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19, melalui Aplikasi MUTAN kedisiplinan masyarakat terkait penerapan Protokol kesehatan dapat terpantau  sehingga keamanan Aktifitas  PKL bisa terjamin. Harapnya 

Menurut Umi Karena tolak ukur keberhasilan dari program ini adalah para pedagang kaki lima agar semakin sadar untuk menerapkan protokol Kesehatan dan untuk bisa menyampaikan pada pembeli tentang program ini demi keamanan pedagang itu sendiri dalam beraktifitas.”Pungkasnya.


Red/ Sholeh

Lebih baru Lebih lama