Walkot Tegal Launching Tempat Isoma Untuk Pasien Covid -19


Tegal,Jendelaindo - Rumah Susun (Rusun) Tegal Sari dan GOR Tegal selatan siap menampung isolasi 125 pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali KotabTegal, Muhamad Jumadi beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung kesiapan tempat isolasi tersebut, Senin (23/11).

"Kita baru saja melaunching tempat untuk isolasi mandiri, masyarakat Kota Tegal, sebagai persiapan apabila masyarakat yang positfi covid-19 dengan tanpa gejala membutuhkan tempat isolasi" tutur Wali Kota.

Wali Kota menyampaikan pihaknya menyiapkan 125 bed yang di bagi di dua tempat, yakni Rumah Susun Tegal Sari dan GOR Tegal Selatan.

Ia menyampaikan, pasien positif covid-19, walaupun tidak ada penyakit penyertanya, tapi Ia berharap, harus ada pengawasan dari dokter atau tim medis, jangan sampai nanti dengan tidak ada penyakit penyertanya dianggap aman  dan hanya diminta isolasi mandiri dirumah.

"Walaupun tidak ada penyakit penyertanya, tapi saya harapkan harus ada pengawasan dari dokter atau tim medis. jangan sampai nanti dengan tidak ada penyakit penyertanya dianggap aman  dan hanya diminta isolasi mandiri dirumah,"ujar Dedy Yon.

Ia juga menghimbau kepada pasien Positif covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, untuk benar-benar melakukan isolasi mandiri. Tidak hanya sekadar mengalihkan sanksi sosial dari tempat bekerja dan lingkungan, namun pada prakteknya tetap keluar rumah. selain itu, pasien yang melakukan isolasi mandiri dirumah juga tetap menjaga jarak denga. kekuarga mauoun kerabatnya di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr. Sri Primawati Indraswari menyampaikan pertama pasien yang terkonfirmasi positif akan di assessment, dan yang bisa melakukan isolasi di Rusun Tegal Sari dan Gor Tegal Selatan adalah mereka yang tanpa gejala dan dengan gejala ringan.

"Pertama pasien yang terkonfirmasi positif akan di assessment, dan yang bisa melakukan isolasi di Rusun Tegal Sari dan Gor Tegal Selatan adalah mereka yang tanpa gejala dan dengan gejala ringan," kata Kadinkes.
Pasien positif covid-19 dengan gejala berat tetap dirawat di rumah sakit.

Ia menjelaskan, pasien masuk ke Rusun atau Gor, nanti setiap hari akan dilakulan pemantauan oleh dokter, terkait keluhan-keluhan yang dialami dan tanda-tanda vital, namun jika dalam masa isolasi mandiri ini ada keluham dan memburuk, pihaknya akan segera  mengevakuasi ke rumah sakit.

Ia menambahkan fasilitas kesehatan yang ada di kedua tempat isolasi tersebut, akan ada dokter dan perawat, dan tenaga kesehatan lainnya termasuk petugas keamanan dari TNi Polri. Untuk Dokter dan perawat dalam satu hari akan dibagi kedalam 3 shift, dan masing-masing shift ada 1 dokter dan 1 perawat, selain temaga kesehatan lainnya.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan makan 3 kali sehari ditambah snack, selain melaksanakan aktivitas yang nantinya akan dijadwal untuk pasien isolasi di kedua tempat tersebut, termasuk pelaksanaan olahraga.

Sementara untuk lama waktu isolasi, Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan bahwaz pasien positif covid-19 tanoa gejala dilakukan isolasi semala 10 hari, dan apabila dalam waktu 10 hari tersebut disertai dengan gejala ringan maka dilakukan penambahan waktu isolasi 3 hari, jadi total 13 hari.

Senada dengan Wali Kota Tegal, dr. Prima menghimbau kepada masyarakat Kota Tehgal yang melakukan isolasi mandiri dirumah benar-benar menerapkan ketentuan isolasi, dan tidak pergi kemana-mana untuk menjaga agar tidak menularkan ke orang lain, termasuk keluarga yang berada di rumah.

Red/ Sholeh
Lebih baru Lebih lama