JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Jumadi Harap Solusi Permasalahan Sampah Segera Terpecahkan


Tegal,Jendelaindo - Solusi permasalahan sampah di Kota Tegal diharapkan segera terpecahkan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., ketika dirinya melihat langsung kedatangan mesin predator sampah saat diturunkan dari truk tronton yang membawanya untuk kemudian dirakit sebelum di implementasikan di TPST Mintaragen, Rabu (9/12/2020).

"Hari ini, Alhamdulillah mesin predator sampah yang kemarin kita siapkan untuk mengelola sampah di Kota Tegal sudah datang di Kota Tegal. Mudah-mudahan ini salah satu bagian solusi Pemerintah Kota Tegal dalam penanganan sampah," ucap Juamadi.

Juamadi juga menyampaikan bahwa mesin predator sampah bisa mewujudkan circular economy.

"Jadi circular economy dari sampah itu bisa kita wujudkan dari mesin predator sampah yang kemarin kita coba lihat, bagaimana implementasinya segala macam, nah ini mungkin pertama kali di Kota Tegal bahkan mungkin di Republik ini yang secara resmi mesin predator sampah dari PT. Kemasan ini akan diimplementasikan disini," tutur Jumadi.

Cara kerja mesin predator sampah ini adalah bisa mengelola semua sampah baik itu plastik, organik dengan kemampuan kurang lebih berkisar antara 70 sampai 80 persen menjadi briket.

"Semua kita makan (masukan ke mesin predator sampah) kita jadikan briket batubara, disamping itu juga sampah-sampah yang lain harapannya bisa dimanfaatkan untuk lebih ekonomi. Jadi 250 ton sampah perhari di Kota Tegal mudah-mudahan bisa kita serap kita makan dalam artian untuk dijadikan briket batubara," pungkas Jumadi.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama