JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Masjid Jami Raudhatusshaalihiin Menjadi Harapan Serta Unggulan Warga Kalanis



Jendelaindo, Buntok, - Masjid Jami Raudhatusshaalihiin yang terletak di Desa Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) nampaknya menjadi masjid yang diunggulkan oleh masyarakat setempat. 

Pasalnya, masjid yang dibangun sekitar 63 tahun yang lalu, atau tepatnya pada tanggal 10 Februari tahun 1957 itu, menjadi sentral peribadatan bagi kurang lebih 2.400 umat muslim di Desa Kalanis.

Ketua pengurus masjid, H Rasini (70) mengatakan, di Desa Kalanis hanya masjid Jami Raudhatusshaalihiin yang melaksanakan sholat jumat dan hari raya Islam. 

"Untuk pengadaan sholat jumat dan hari raya, kita masyarakat cuma menggunakan masjid ini saja. Karena Masjid Jami ini terbesar di Desa Kalanis," ucapnya kepada jendelaindo, Jumat (22/1/2021). 

Padahal, lanjut dia, masjid yang berukuran kurang lebih 14x17 m² tersebut hanya dapat menampung sebanyak 330 jama'ah, sedangkan penduduk Kalanis lebih banyak dari itu. 

Maka tidak jarang para jama'ah pun beribadah sambil berdesakan dan berhimpitan. Tak jarang pula saat melaksanakan sholat, ada beberapa jama'ah yang tersenggol dengan jama'ah di depan maupun di belakangnya. 

"Seperti sholat jumat tadi, kita sambil berdesakan. Padahal saat ini dalam masa pandemi Covid-19 yang mana seharusnya kita sholat dengan menjaga jarak, tapi mau tidak mau supaya cukup tempatnya ya terpaksa kita seperti itu," terangnya. 

Untuk diketahui, Desa Kalanis yang berpenduduk 100% muslim itu, pada tahun 2018 lalu telah merencanakan pembangunan masjid yang lebih besar tepat dibelakang Masjid Jami Raudhatusshaalihiin. 

Namun, proyek pembangunan masjid yang memakan biaya hingga kurang lebih Rp. 3,2 miliar tersebut hingga kini tidak dapat terselesaikan dan tidak diketahui perkembangannya. Pembangunan terlihat hanya sampai pasak dan dasarnya saja. 

"Harapan saya, hendaknya pembangunan masjid baru dapat dibina dengan benar, sebab masjid itu adalah harapan orang banyak. Sehingga kedepannya semua orang muat dan tidak berdesak-desakan lagi," harap Rasini. (Shan)
Lebih baru Lebih lama