JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Warga Terdampak Tanah Bergerak Tak Jadi Direlokasi


Brebes,Jendelaindo
 Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan, warga terdampak bencana tanah bergeak tidak jadi direlokasi. Karena berdasarkan hasil kajian dari Tim Peneli Geologi Jawa Tengah, menyatakan lokasi tanah bergerak di Kecamatan Sirampog ternyata tanahnya masih aman digunakan kembali. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat membangun kembali rumahnya di lokus tersebut.

“Patut kita syukuri, kaena warga yang terdampak tidak perlu pindah atau membeli tanah baru ke tempat lain,” ujar Idza Priyanti saat menyalurkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes kepada para warga terdampak bencana alam tanah bergerak di Aula Kecamatan Sirampog, Selasa (23/03).


Tetapi, lanjut Idza, apabila ada warga yang ingin pindah ke tempat lain karena rumahnya rusak parah atau rusak berat, akan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta tergantung nilai kerusakannya. Bantuan berupa material, yang materialnya akan dikirim dari Bandung. Sedangkan ongkos pengiriman akan dibantu Pemerintah Kabupaten Brebes. Bantuan berbentuk material rumah semi permanen. 


“Sedangkan untuk yang rumahnya rusak sedang dan ringan akan dibantu Pemkab Brebes yang bersumber dari APBD senilai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta,” ungkap Idza.


Idza mengaku prihatin dengan bencana alam tanah bergerak, semoga warga yang rumahnya terdampak bencana diberi kesabaran dan tetap semangat.


Kepada Kepala Desa, Idza menginstruksikan, agar warganya yang terdampak bencana untuk didata siapa saja yang mau pindah dan siapa yang akan tetap bertahan di lokasi semula. Sehingga, bantuan yang dikucurkan tepat sasaran dan sesusai kebutuhan berdasarkan kerusakan. 


“Kalau hari ini, bantuan bersumber dari Baznas Kabupaten Brebes,” pungkas Idza. 


Plt Camat Sirampog Lukman Hakim SH melaporkan, ada tiga desa yang terdampak bencana alam tanah bergerak yaitu di Desa Buniwah 16 Kepala Keluarga dan 1 Masjid, Desa Manggis 25 Kepala Keluarga dan 1 Masjid, dan Desa Kaligiri 26 Kepala Keluarga dan 1 Sekolah.


Ketua Baznas Kabupaten Brebes H Abdul Haris mengatakan, Baznas mendistribusikan bantuan kepada warga Kecamatan Sirampog yang terdampak bencana tanah bergerak sebesar Rp 109 juta. Dengan rincian, untuk rumah rusak ringan Rp 500 ribu, rumah rusak sedang Rp 1 juta, rumah rusak berat Rp 2 juta dan untuk Sekolah Rp 5 juta.


Bencana alam tanah bergerak terjadi Rabu (13/1/2021) silam, yang merusak 78 bangunan dengan rincian 73 rumah warga selebihnya 5 mushola dan sekolah di tiga desa Kecamatan Sirampog.


Hadir mendampingi Bupati Asisten 1 Sekda Drs Apriyanto Sudarmoko, Asisten 3 Sekda Yuta Sugihyarti, Kepala Dinperwaskim Kabupaten Brebes Sutaryono,  Kepala Dinas LHPS Kaupaten Brebes Budi Darmawan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Masfuri dan Muspika Kecamatan Sirampog serta Kepala Desa dan warga terdampak.


Red/ Tim

Lebih baru Lebih lama