JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Ketum GNPK RI Ditahan, Diduga Cemarkan Nama Baik Dandim 0712/Tegal


Tegal, Jendelaindo - Kepala Kejaksaan Negeri Tegal, Jasri Umar, telah keluarkan surat perintah penahanan yang ditugaskan pada dua Jaksanya yakni Jaksa Muda, Priyo Sayogo, dan Jaksa Madya, Ali Mukhtar, untuk menahan Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia atau GNPK-RI Basri Budi Utomo dalam perkara dugaan pencemaran nama baik Dandim 0712/Tegal, Senin (17/05/21).


Penahanan Basri Budi Utomo dilakukan setelah pihak Kejaksaan Negeri Tegal menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres Tegal Kota atau P21 pada Rabu, 12 Mei 2021 sehari sebelum hari raya Idul Fitri 1442 H.


Pihak kejaksaan menganggap perlu untuk mengeluarkan surat perintah penahanan yang didalamnya lengkap mencantumkan Register Tahanan Nomor : RT3-10/Eku_2/05/2021 serta Register Perkara Nomor : PDM-10/ TGL/Eku_2/05/2021.


Sebelum membawa Basri untuk dititipkan di Sel tahanan Reskrim Polres Tegal Kota, Basri sempat menjalani pemeriksaan sebentar dan setelah itu langsung dibawa menaiki Avanza hitam dengan nomor polisi G 9601 DE ke sel tahanan titipan kejaksaan.


Alasan Kejari Tegal melakukan penahanan terhadap Basri karena selain dikhawatirkan yang bersangkutan mempersulit persidangan, juga kekhawatiran pihak Kejaksaan terdakwa menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.


Disebutkan oleh Kepala kejari Tegal Jasri Umar, bahwa pihaknya mempunyai hak untuk menahan terdakwa selama 20 hari kedepan untuk melengkapi berkas perkara sebelum disidangkan di Pengadilan.


Sementara saat ditanya kapan berkas dari kejaksaan dilimpahkan ke Pengadilan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tegal, Ali Mukhtar, SH menyatakan akan segera pelimpahan dilakukan selesai melengkapi berkas perkara.


Red/Tim

Lebih baru Lebih lama