JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

KPK Sambut Baik Duta Besar Austria Untuk Bekerjasama Lawan Korupsi


Jakarta, Jendelaindo - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta menerima kunjungan Kedutaan Besar (Kedubes) Austria untuk indonesia H.E.Dr.Johanes Peterlik didampingi Ketua KPK, "Firli Bahuri dan Wakil Ketua KPK "Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, serta Deputi Informasi dan Data "Hediana.


Pertemuan ini dilakukan keduanya untuk saling tukar informasi serta untuk memberi perspektif dan inovasi baru bagi KPK untuk belajar, serta saling berbagi praktik baik dalam pemberantasan korupsi.


CPI Indonesia masih rendah, sehingga perlu banyak belajar dan meningkatkan kerjasama dengan Austria, KPK sendiri terus bekerja keras untuk memberantas korupsi karena banyaknya jenis dan perilaku korupsi."ungkapnya


Sampai dengan saat ini belum ada kerjasama langsung antara KPK dengan Pemerintah Austria termasuk dengan lembaga antikorupsi Austria, Yaitu Bundesamt Zur Korruptionspravention und Korruptionsbekamprung (Federal Bureau to Prevent and  To Fight Corruption) atau disingkat dengan BAK.


Namun, Firli memandang terbuka potensi kerjasama kedepan dalam hal bertukar pengalaman pada bidang pencegahan khususnya terkait strategi, praktik baik dan metode dalam pencegahan korupsi.


Sedangkan, dalam bidang penindakan, KPK memandang perlu berbagi pengalaman, metode dan cara penanganan kasus korupsi. KPK juga siap untuk bekerja sama jika ada kasus korupsi lintas negara yang sedang ditangani.


Dalam pertemuan tersebut, Dubes Johannes Peterlik memberikan apresiasi atas peran serta dan partisipasi KPK selama ini dalam forum antikorupsi global termasuk keikutsertaan dalam International Anti-Corruption Academy (IACA).


IACA adalah organisasi internasional yang berkedudukan di Laxenburg, Austria, dibentuk sebagai wadah kerja sama peningkatan kapasitas bagi aparat pada lembaga antikorupsi.


Johannes juga memenawarkan kerja sama dengan KPK di masa depan. Harapannya, kerja sama tersebut dapat mendorong upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.


Menanggapi hal tersebut, Firli menyambut baik tawaran kerja sama tersebut dan akan mempelajari usulan kerja sama ini. “KPK menyambut baik dan berharap bisa mengirimkan personel untuk belajar ke Austria,” ungkapnya


KPK juga berharap melalui kerja sama yang akan dibina di masa depan dapat memperkuat upaya-upaya pemberantasan korupsi di Indonesia oleh KPK, baik dalam bidang pencegahan, pendidikan maupun penindakan.


Editor : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama