JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Pangdam Jaya : Laporkan Debt-Collector Yang Bertindak Premanisme


Jakarta, Jendelaindo – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyayangkan aksi para debt collector yang mengepung anggota TNI di video yang viral di media sosial.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan akan bekerja sama dengan Kapolda Metro Jaya untuk menumpas aksi para premanisme debt collector dan aksi premanisme lainnya yang membuat masyarakat menjadi cemas.

Pangdam Jaya juga menjelaskan terkait Serda Nurhadi yang saat itu berada di lokasi kejadian untuk membantu masyarakat agar tak terjadi kemacetan serta membantu masyarakat yang sedang kesulitan. "Tidak ada kaitan sama sekali, Serda Nurhadi hanya ingin membantu agar tidak terjadi kemacetan, membantu masyarakat yang sedang kesulitan," ucapnya.

Pangdam Jaya pun menjelaskan kronologi dari peristiwa tersebut. Menurutnya Serda Nurhadi membantu warga yang hendak ke rumah sakit. Namun, pada saat yang sama terjadi keributan antara pemilik mobil dengan para debt collector yang ingin mengambil mobil tersebut.

Saya sudah koordinasi dengan Kapolda bahwa perilaku-perilaku debt collector ini akan kita hentikan, Tidak ada karena kekuasaan tertentu untuk memanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga menggunakan cara premanisme, Seperti geng motor dan sebagainya, rencana kita akan tumpas," ujar Pangdam Jaya saat jumpa pers di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Ia berharap tidak ada lagi tindakan yang merugikan dan membuat masyarakat cemas. Ia menginginkan DKI Jakarta menjadi tentram dan damai. "Tidak ada kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat, tidak ada tindakan-tindakan memberikan rasa cemas, rasa ketakutan. Kita ciptakan di DKI Jakarta ini jadi tentram damai dan masyarakat melaksanakan kegiatan-kegiatannya dengan baik tanpa ada rasa ketakutan," kata Pangdam Jaya.

Selain itu, Pangdam Jaya meminta kepada masyarakat agar segera melapor kepada TNI dan Polri jika ada permasalahan wilayah DKI Jakarta. "Saya info kepada masyarakat, apa pun yang menjadi permasalahan-permasalahan yang ada d wilayah Jabodetabek ini segera laporkan ke TNI-Polri, laporkan ke TNI-Polri, maka kami akan datang secepat mungkin untuk membantu masyarakat," tegas Dudung.

Hal ini ia sampaikan menanggapi peristiwa pengepungan seorang anggota TNI AD yang tengah membantu masyarakat oleh 11 debt collector.Red/Tim

Lebih baru Lebih lama