JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Bayi Tak Bernyawa Ditemukan Terbungkus Kantong Plastik di Dapur Warga Krasak Brebes


Brebes,Jendelaindo
– Nyawa tak berdosa dibuang orang tuanya dalam keadaan meninggal dunia terbungkus kantong plastik di dapur rumah salah satu warga Desa Krasak, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (10/6/2021).

Diterangkan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, melalui Bati Tuud Pelda Bangun Pasaribu, jasad bayi perempuan ditemukan di dapur Tasripin (28), pedagang asal Desa Krasak RT. 004 RW. 003, pada pukul 16.00 WIB.

“Barang bukti lainnya adalah sehelai kain batik warna coklat. Untuk pelakunya sedang dalam proses penyelidikan Polsek Brebes,” ujarnya.

Sementara dari keterangan saksi mata, Tasripin, dirinya menemukan bayi di dalam kantong plastik itu bermula saat hendak mengambil karung di dapurnya sebagai wadah panen cabe di sawah.

“Ada kantong plastik warna hitam terjatuh waktu saya mengambil karung di dapur. Kemudian waktu saya angkat ternyata berat sehingga saya memeriksa isinya dan ternyata bayi,” bebernya.

Lanjut Tasripin, kaget bukan kepalang kemudian dirinya segera melaporkannya kepada perangkat desa setempat untuk diteruskan kepada bidan setempat, Etik Rahmiyati (45).

Dari pemeriksaan awal bidan tersebut, bayi sudah tidak mempunyai ari-ari atau plasenta, berumur 6 bulan lebih, dan panjangnya 25 centimeter.

Setelah mendapatkan laporan dari perangkat desa, petugas segera datang ke TKP untuk mencatat keterangan saksi-saksi dan kemudian mengevakuasi jasad bayi malang itu ke ruang jenazah RSUD Brebes untuk otopsi.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama