JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Sebanyak 599 Orang Disuntik Vaksin Kosong


Jakarta, Jendelaindo - Tersangka Berinisial EO meminta maaf kepada para remaja pelajar sudah melakukan suntik Vaksin dan keluarga para pelajar tersebut, serta kepada masyarakat Indonesia, EO juga menyatakan akan menghadapi segala proses hukum yang menjerat dirinya.


Tersangka mengaku lalai. Pada hari di mana ia membuat kesalahan, EO menyatakan dirinya melakukan penyuntikan vaksin sebanyak 599 orang.


Kasus ini berawal dari pelaksanaan vaksinasi di Sekolah Ipeka Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Salah satu pelajar disuntik, namun pada alat penyuntik tidak berisi vaksin alias kosong, kami pun memastikan tersangka punya klasifikasi untuk melakukan penyuntikan sebagai relawan vaksinator, EO ini adalah seorang perawat yang memang diminta tolong untuk melakukan vaksinasi massal.kata Yusril Yunus Saat Konferensi Pers Berlangsung di Polda Metro Jaya Jakarta.Selasa (10/08).


Kejadian tersebut direkam oleh salah satu orang tua korban, lantas videonya telah viral di media sosial, bahwa suntikan yang dilakukan terhadap seseorang berinisial BLP ini adalah kosong, Kemudian dicek, dan memang diakui oleh EO bahwa suntikan tersebut kosong, kejadian itu juga diadukan oleh penanggungjawab yayasan sekolah yang menyelenggarakan vaksinasi.


Kami saat ini masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, beberapa saksi sekaligus barang bukti termasuk satu buah botol vial, alat suntikan dan ada beberapa alat lain yang memang biasa dipakai untuk melakukan suntik vaksin, Tersangka dikenakan pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman Hukuman 1 Tahun Penjara.lanjut Yusril


Editor : Arief Ferdianto

Lebih baru Lebih lama