JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir

 

Tangerang, Jendelaindo – Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengungkap identitas 41 jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Dengan begitu, operasi Tim DVI Polri pun dinyatakan berakhir, Rabu (15/9/2021).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, selama delapan hari tim DVI telah bekerja mengidentifikasi korban guna memberikan kepastian kepada pihak keluarga. “Operasi DVI untuk identifikasi terhadap kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang dinyatakan berakhir. Dengan hasil 41 korban dapat diidentifikasi,” ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Rabu (15/9/2021).

Sementara itu, Komandan DVI Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Kombes Hery Wijatmoko menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih merampungkan identifikasi terhadap dua jenazah lagi atas nama Bambang Guntara Wibisana dan satu WNA asal Nigeria, Samuel Machado Nhavene.

“Secara medis dalam arti antropologi kami bisa membedakan antara WNA dan WNI. Namun kami memerlukan data primer,” ucap Hery.

Hery menuturkan, untuk dua jenazah lagi belum dinyatakan resmi teridentifikasi lantaran pihaknya masih menunggu data dari anggota keluarga inti, terutama bagi jenazah WNA Samuel Machado Nhavene.

“Jadi untuk sampel (DNA) post mortem sudah running (uji laboratorium) seperti kemarin seluruh sampel sudah running tinggal pembanding yang dari relatif kita tunggu, sedang kita tunggu dari keluarga (Samuel),” tuturnya.Red/Arf

Lebih baru Lebih lama