JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Luhut Himbau Daerah Level 2, Tidak Euphoria

Tegal,Jendelaindo - Mulai dibukanya beberapa sektor seperti tempat wisata dan perkantoran non esensialnya pada beberapa daerah yang kasus Covid-19-nya sudah masuk ke level 2, mendapat perhatian khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. 

Dalam Video Konferen Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Jawa Bali Periode (24/8) sampai (30/8), Rabu (1/9/2021), yang diikutu Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono dan jajarannya dari Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Tegal, Luhut menghimbau agar dalam pelaksanaan pembukaan sektor-sketor tersebut tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan dan tidak euphoria. 

“Saya minta bagi kabupaten kota di level 2 yang beberapa sektor seperti tempat wisata dan perkantoran non esensialnya sudah dapat dibuka, saya minta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menggunakan peduli lindung dan tidak euphoria,” ujar Menko Marves.

Perkembangan Kasus Covid-19 di Jawa Bali menurut Luhut telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Namun Luhut meminta agar semua pihak tetap perlu berhati-hati. 

Pembukaan sektor-sektor pariwisata, perkantoran non esensial, demikian pula pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut.

Ia juga neyampaikan bagi daerah yang melanggar peraturan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan diberikan teguran keras dan jika teguran tersebut tetap tidak ada perubahan maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

Luhut juga meminta Kepala Daerah, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim dan Kapolres untuk mengawal implementasi peraturan di tiap sektor sesuai level kabupaten kota yang ada di dalam Instruksi Mendagri.

“Saya minta Kepada Kepala Daerah, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim dan Kapolres untuk mengawal implementasi peraturan di tiap sektor sesuai level kabupaten kota yang ada di dalam Instruksi Mendagri. Bagi yang melanggar diberikan teguran yang keras. Jika tetap tidak ada perubahan diberikan sanksi,” tegas Luhut. 

Pihaknya juga akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan secara random penegakkan aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri di seluruh Provinsi Jawa-Bali.

Menurutnya Pembukaan yang dilakukan secara bertahap ditujukan untuk memberikan kita waktu untuk memperkuat pelaksanaan 3M + 3T + dan percepatan vaksinasi. "Saya minta Kemenkes, BNPB, Pemerintah Daerah, TNI dan Polri untuk tetap memperkuat sosialisas 3M, terutama penggunaan masker dan 3T (testing, tracing dan treatment/isoter), serta mempercepat laju vaksinasi sesuai target," pinta Luhut.

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama