JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Ciamis Berada Di Zona Oranye, Gubernur Jabar ; PPKM Mikro Segera Disingkronisasikan

Kabupaten Ciamis, jendelaindo - Pemkab Ciamis ikuti rapat koordinasi Komite Kebijakan Penanaganan Covid19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat secara virtual bertempat diaula Setda Ciamis. 15/062021.

Rakor tersebut diikuti seluruh Kepala Daerah, Kapolres serta Dandim se - Provinsi Jawa Barat.

Kabupaten Ciamis diikuti Sekertaris Daerah Dr. H. Tarang. M,Pd yang didampingi unsur forkopimda dan SKPD terkait lainnya.

Dalam acara itu, Sekertaris Daerah Jabar Setiawan. Wangsaatmadja melaporkan, berdasarkan peta zona tesiko Kabupaten/Kota di Jawa Barat per tanggal 07 - 13 Juni 2021 terdapat 2 Kabupaten atau Kota yang berada di zona resiko tinggi yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.Ujarnya.

Lanjut Setiawan, hal tersebut menunjukan bahwa Kabupaten Ciamis saat ini kembali ke resiko sedang atau berada di zona oranye. Setelah sebelumnya berada di zona resiko tinggi atau zona merah. Jelasnya.

Ia terangkan, secara keseluruhan terdapat 25 Kabupaten atau Kota di Jawa Barat berada di zona resiko sedang sedangkan 2 Kabupaten berada di zona resiko tinggi. Terang Sekda Jabar.

" Terdapat peningkatan zona resiko hijau yang saat ini sebanyak 3.202 Desa atau Kelurahan, walaupun masih terdapat zona merah di 50 Desa atau Kelurahan. Tingkat RT terdapat 86.056 zona hijau dengan 773 zona merah ". Paparnya.

Meunurut Sekda Jabar, Setiawan, hal itu mengindikasikan PPKM Mikro cukup berhasil menekan angka kasus covid19 tingkat Desa atau Kelurahan serta ditingkat RT.

Sedangkan terkait kepatuhan protokol kesehatan di Jawa Barat dibanding sebelumnya, cenderung terjadi penurunan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Kata Sekda Jabar.

" Perlu adanya optimalisasi serta operasi disiplin protokol kesehatan masyarakat yang lebih masif ". Harapnya.

Sementara itu, didalam virtualnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan, sesuai arahan Mentri Dalam Negri Kabupaten atau Kota yang berada di zona merah diberlakukan Work From Home ( WFH ) sebanyak 75% dan WFO sebanyak 25%.

Gubernur Jabar menghimbau agar PPKM Mikro segera di singkronisasikan ksususnya di level Kelurahan. 

Pada kesempatan itu, Ridwan. Kamil sangat mengapresiasi Polda Jabar yang telah menjadi vaksinator tertinggi Nasional dengan yang telah divaksinasi sebanyak 79.531 orang. 

Saat ini Pemprov Jabar besama TNI - POLRI sedang lakukan identifikasi stadion - stadion untuk  terus berupaya dalam percepatan proses vaksinasi. Jelasnya.

Kata Ridwan. Kamil, stadion dianggap paling pas untuk vaksinasi selain dapat menampung banyak orang juga dapat menghindari kerumunan. Pungkasnya.

Wartawan : Prayudi

Lebih baru Lebih lama