JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Warga Perbatasan Serahkan Dua Pucuk Senpi Rakitan kepada Dandim Putussibau

      


Putussibau - Dua warga Dusun Tangit, Desa Tajum, Kecamatan Badau, wilayah perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, menyerahkan senjata api (Senpi) rakitan secara sukarela dan sadar tanpa paksaan kepada Dandim 1206/Putussibau, Letkol Inf Jemi Oktis Oil, bertempat di Makodim setempat. Kamis, (10/06/2021)


Dua orang tersebut yakni Dedi Herianto dan Mancuk AK Baning, dimana keduanya menyerahkan masing-masing satu pucuk senjata api rakitan laras pendek dan laras panjang.


Atas hal tersebut, Dandim mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada keduanya, yang telah secara sukarela dan sadar, untuk menyerahkan langsung dua pucuk senpi tersebut.


"Semoga kedepannya apa yang mereka lakukan ini dapat diikuti oleh masyarakat lainnya yang secara sadar dan sukarela mau menyerahkan senpi yang tidak memiliki dokumen resmi," ujar Dandim.


Menurut Dandim, memiliki senpi tanpa dokumen, selain tindakan melawan hukum, juga sangat beresiko tinggi apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. (Erk/1206)

Lebih baru Lebih lama