JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Palsukan Sertifikat Vaksin, Penjual ATK Digelandang ke Polres Tangerang

Tangerang, Jendelaindo - Seorang pemilik toko alat tulis kantor (ATK) di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, berinisial GTL (23) diciduk petugas Polres Tangerang . GTL harus berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran membuat sertifikat vaksin Covid-19 dan juga surat hasil swab antigen palsu.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, GTL membuat surat hasil swab antigen palsu dengan cara memindai surat yang asli kemudian diedit menggunakan aplikasi sesuai dengan permintaan pemesan.”Pelaku membuat surat palsu dengan cara surat yang asli di-scan, kemudian diedit di aplikasi photoshop dan dicetak,” kata Wahyu pada Selasa (24/8/2021).
Menurut dia, GTL menjual surat palsu tersebut dengan harga Rp25.000 per surat. Pelaku juga memasarkan surat palsu dengan cara dari mulut ke mulut dan sudah menerima 8 pesanan.
“Pengakuan pelaku baru ada 8 orang yang memesan surat palsu tersebut, dan digunakan untuk bepergian ke luar wilayah Jawa-Bali maupun wilayah aglomerasi,” ucapnya. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan Pasal 263 KUHP atau 268 KUHP pembuatan surat palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(Red/Arief/Hms)
Lebih baru Lebih lama