JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Kabupaten Tegal Nol Kasus Covid-19, Umi: Warga Tetap Waspada

Tegal,Jendelaindo - Hari ini, Senin (18/10/2021) kiranya menjadi hari yang istimewa bagi Kabupaten Tegal. Sebab, untuk pertama kalinya sejak pandemi, Kabupaten Tegal dinyatakan nol kasus Covid-19. Tidak ada pasien terkonfirmasi yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah. Informasi tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah di rumah dinasnya usai menonton siaran pertandingan sepak bola Persekat melawan Perserang, Senin (18/10/2021) petang.

Umi mengatakan, indikator penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal terus menurun sejak Sabtu (09/10/2021) di mana sudah tidak ada lagi pasien terkonfirmasi yang dirawat di rumah sakit dan hanya menyisakan 17 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Sore ini saya dapat update informasi kalau dua orang pasien Covid yang isoman kemarin sudah dinyatakan sembuh. Sehingga praktis di catatan kita hari ini tidak ada lagi pasien Covid-19. Dan ini patut kita syukuri sebagai anugerah dari Tuhan, disamping doa dan ikhtiar seluruh elemen masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi,” kata Umi.

Meski demikian, Umi mengingatkan hal tersebut tidak menjadikan kewaspadaan masyarakat pada penularan virus corona turun. Apalagi sampai euforia yang menjadikan kepatuhannya pada protokol kesehatan kian longgar.

“Tetaplah waspada, jangan sampai kebaikan yang kita raih hari ini sia-sia. Terus terapkan 5M dan ikuti program vaksinasi nasional bagi yang belum,” pesannya.

Risiko terjadinya penularan Covid-19 diperkirakan masih ada mengingat mobilitas masyarakat ke luar daerah terus meningkat. Bahkan, sambung Umi, melihat pengalaman daerah dan negara lain yang sempat nol kasus, kembali terjadi gelombang kasus penularan. Terlebih seiring dengan dibukanya aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah dan datangnya liburan akhir tahun, risiko potensi penularan bisa meningkat.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji mengatakan jika akumulasi jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal selama pandemi ini mencapai 13.439 orang dengan kesembuhan 12.623 orang dan meninggal dunia 816 orang.

Adapun akumulasi kasus penularan Covid-19 yang terjadi selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Tegal mencapai 3.458 kasus dengan total kasus kematian 321 jiwa.

Sementara itu, ditanya soal perkembangan vaksinasi Covid-19, Hendadi mengungkapkan jika dari 1,22 juta penduduk yang menjadi sasaran vaksinasi di Kabupaten Tegal, pihaknya telah menerima 684.462 dosis vaksin, di mana dari jumlah tersebut, 444.863 dosis telah disuntikkan untuk vaksin pertama dan 209.465 dosis untuk vaksin kedua.

“Jadi jika dilihat dari laporan penggunaan vaksin kita, masih menyisakan 38.764 dosis yang itu sudah terdistribusi ke Puskesmas,” kata Hendadi

Lebih lanjut Hendadi mengharapkan partisipasi vaksinasi pada kelompok lansia masih perlu ditingkatkan karena lansia merupakan usia rentan dan berisiko paling tinggi jika terinfeksi Covid-19. Dari 321 kasus kematian selama masa PPKM saja, 39,9 persennya adalah lansia di atas 60 tahun. Disusul 34,4 persen pra lansia usia 50-60 tahun dan 24,3 persen orang dewasa usia 20-49 tahun.

“Capaian vaksinasi untuk suntik dosis pertama pada lansia baru 25 persen dan suntik dosis kedua baru 16 persen. Masih perlu upaya dan kerja sama kita semua untuk mendorong warga lansia ini untuk disuntik vaksin,” pungkasnya.

Red/Sholeh

Lebih baru Lebih lama