JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Merias Asa, Bangkitkan Ekonomi Kreatif

Tegal,Jendelaindo – Upaya pemulihan ekonomi rakyat menjadi fokus pemerintah menggairahkan kehidupan usaha yang lesu akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah pada acara deklarasi dan pelantikan pengurus Perias Slawi Ayu Kemayu di gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Kamis (14/10/2021) siang.

Umi mengatakan, tata rias dan perempuan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Keduanya saling melengkapi dan membutuhkan, sehingga tidak heran jika profesi penata rias didominasi oleh kaum hawa.

Oleh karenanya, Umi menyambut hangat kehadiran wadah komunitas penata rias Kemayu ini dan berharap kiprahnya ke depan mampu mendopong percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Tegal.

“Ekonomi kreatif inilah yang terus kita dorong pertumbuhannya karena sangat penting artinya dan menjadi kekuatan baru dalam konstelasi perekonomian nasional,” kata Umi.

Menurutnya, konsep perekonomian yang banyak mengandalkan kekayaan sumber daya alam sebagai penggerak utamanya akan semakin tertinggal jika tidak ditopang perekonomian berbasis sumber daya manusia lewat sektor ekonomi kreatifnya.

Perkembangan ekonomi kreatif, sambung Umi, terus menunjukkan pertumbuhan positif, di mana sektor ini mampu tumbuh dan memberikan nilai tambah sebesar Rp 1.100 triliun di tahun 2020. Sementara dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, sub sektor fashion, termasuk tata rias di dalammya berkontribusi sekitar 17 persen.
Kepada pengurus Kemayu, Umi menitip pesan agar kekompakan antar anggotanya bisa dijaga. “Hindari sikap saling mendominasi, perbanyak forum berbagi ilmu, pengalaman dan juga pengetahuan untuk mengasah dan menumbuhkan daya kreasi anggotanya,” ujarnya.

Selain membangun jejaring dan jalinan kola­borasi dengan banyak pihak, Umi berharap Kemayu bisa lebih memperbanyak kegiatan seperti pagelaran seni rias hingga pelatihan manajemen untuk memberikan layanan memuaskan bagi para pengguna jasanya.

Umi juga mengingatkan, jika ada pengelolaan keuangan di dalamnya bisa diatur secara baik, terbuka dan akuntabel. “Kuncinya harus ada sikap saling percaya antara pengurus dengan anggotanya. Jangan selalu melihat orang lain dari sisi kelemahan, kesalahan dan kekurangannya saja,” katanya.

Senada itu, Dewan Pembina Perias Slawi Ayu Kemayu Rasikin mengatakan pihaknya segera merancang program kerja Kemayu, salah satunya menyediakan jasa rias gratis kepada warga Kabupaten Tegal yang tidak mampu secara ekonomi.

Sementara itu, Ketua Perias Slawi Ayu Kemayu terpilih, Sutari, menambahkan jika di dalam kepengurusan wadah profesi perias ini tidak terbatas pada perias pengantin saja, melainkan juga bisa dari pelaku usaha jasa pendukung acara resepsi pernikahan.

“Kami berharap, sebagai pengurus baru bisa bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangkitkan geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Tegal. Sebab, usaha jasa penata rias pengantin ini memiliki prospek yang menarik, disamping membantu menciptakan lapangan kerja,” kata Tari.

Ia pun mengatakan siap melaksanakan arahan Bupati Tegal, termasuk penyelenggaraan pagelaran make-up dan pelatihan manajemen usaha. “Kami optimis jika semuanya bisa bekerjasama, bersinergi, saling gotong royong, maka perkembangan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Tegal ini semakin meningkat, membantu mempercepat masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19,” ungkap Tari. 

Red/Sholeh
Lebih baru Lebih lama