JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Warga Kemandungan Kota Tegal Kaget, Denda Keterlambatan BPJS Sebesar ini


Tegal, Jendelaindo - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) adalah lembaga yang menyelenggarakan jaminan sosial kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, Peserta akan mendapatkan berbagai manfaat fasilitas kesehatan sesuai tingkatannya.

Namun, untuk mendapatkan berbagai manfaat tersebut, peserta harus rutin membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan.

Besaran iuran BPJS Kesehatan pada 2021 akan mengacu Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020.

Indri Warga asal Kemandungan Kota Tegal sontak kaget dikarenakan BPJS miliknya belum aktif kembali, padahal ia telah membayar tunggakanya selama 9 Bulan sebesar Rp.985.000,-Namun hal tersebut belum termasuk denda keterlambatanya Sebesar Rp.687.000.-.

Padahal anaknya sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Islam Harapan Anda Kota Tegal, harapan membayar tunggakan tersebut agar BPJS miliknya dapat dipergunakan untuk perawatan anaknya.

Ia pun belum dapat melunasi Denda dari tunggakan BPJS tersebut, lantaran Suaminya yang bekerja sebagai Nelayan Belum pulang berlayar.

Siti Purwaningsi Selaku Humas BPJS Kota Tegal membenarkan saat dijumpai awak media diruanganya Jumat (15/10), bahwa denda keterlambatan harus dibayarkan terlebih dahulu agar BPJS tersebut bisa aktif dan dapat dipergunakan.

Menurutnya, terkait dengan Denda keterlambatan tidak ada kebijakan apapun dan denda tersebut harus dibayarkan terlebih dahulu.lanjutnya

Wakil ketua DPD JPKP Kota Tegal Warno Suta angkat bicara, "semoga dari kementrian bisa merubah adanya denda yang memberatkan masyarakat yang ikut BPJS Mandiri, artinya masyarakat sudah ada keniatan baik untuk melunasi tunggakan iurannya ditambah adanya denda yang memberatkan masyarakat peserta BPJS, apa lagi diera pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih meraba ditambah dengan penerapan PPKM di wilayah Kota/Kabupaten.

Wartawan : Teguh
Lebih baru Lebih lama