JENDELAINDO NEWS UPDATE // Pandangan Fraksi PAN : Pemkot Tegal Kurang Pengawasan Terhadap Perusahaan Nakal # Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Home Industry Ineks Palsu di Johar Baru # 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Polri Berakhir # APenyidik Evaluasi Bukti dan Keterangan Saksi Kebakaran Lapas Tangerang # Sindikat Skimming ATM, Pelaku Dua Orang WNA # DPD PDIP Laporkan Hersubeno ke Polda Metro Terkait Penyebaran Hoaks Megawati Koma # Komplotan Penggelapan 40 Mobil di Depok Berhasil Diamankan # Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas # Polda Metro Jaya Lakukan Pemeriksaan Terhadap Kalapas Tangerang # Polisi Bekuk 6 Pengeroyok Sekeluarga di Bekasi, Motifnya Utang Piutang # Ayu Ting Ting Dicecar 15 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penghinaan # Polda Metro Jaya Teliti Laporan Henry Yosodiningrat Soal Kabar Hoaks Megawati Wafat # Densus 88 Antiteror Polri Dalami Informasi Teror dari Kemenlu Jepang # Swab Antigen Gratis Bagi CASN dan PPPK di Gayo Lues # Safari Ke Kota Banjar, Ridwan Kamil: Vaksinasi Disini Luar Biasa Tertinggi di Jawa Barat

Kurangnya Pengawasan Dinas , Bantuan Sapi Tahun 2020 Yang Diterima Kelompok Karikil Mandiri Diduga Disalah Gunakan

Kota Tasikmalaya, jendelaindo - Pada tahun 2020 Pemerintah telah berikan bantuan sapi kepada kelompok Karikil Mandiri yang berlokasi di Kampung Sudimara Rt. 04/08 Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Kelompok tersebut terdiri dari Ketua, Sekertaris dan Bendahara. Susunan Kelompok Karikil Mandiri yaitu Ketua, Abdul Holis, Sekertaris, Dede Shoih alias Desol dan juga merangkap sebagai Bendahara.

Ketika ditemui dirumahnya 26/10/2021, Ketua Kelompok Karikil Mandiri, Abdul Holis, menjelaskan, " kami telah menerima bantuan 9 ekor sapi pada tahun 2020. 

Namun, menjelang malam Hari Raya Idul Adha 2021 datang suruhan Dede Sholih yang akan membeli 4 ekor sapi dengan memberikan uang muka sebesar Ro. 7.500.000,00 ( Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ). Sedangkan harga untuk 4 ekor sapi senilai Rp. 55.500.000,00 ( Lima Puluh Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) ".

Selain itu, " uang muka tersebut diambil Dede Sholih sebesar Rp. 5.000.000,00 ( Lima Juta Rupiah ) dan hingga sampai saat ini penjualan sapi belum ada kejelasan pelunasan ". Kata Abdul Holis.
Selanjnya Abdul Holis menerangkan, " untuk 5 ekor sapi nya lagi dititipkan diluar kelompok yaitu di saudara Dedi tepatnya di Kampung Situ Beet ".

Namun faktanya, ketika kami ( awak media ) mendatangi Dedi serta melihat lokasi kandangnya di Situ Beet hanya ada 3 ekor sapi , itupun kepunyaan Kelompok Sangkanhurip ( Dedi ) bukan milik Kelompok Karikil Mandiri.

Menindak lanjuti hal tersebut, kami ( awak media ) menemui Kepala Bidang Peternakan namun diterima oleh Kepala Seksi Produksi Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan.

Ia, Cecep sampaikan, " sudah saya terima laporan terkait penjualan 9 ekor sapi serta kematian 2 ekor sapi dari Dede Sholih. Yang katanya, hasil dari pada penjualan sapi itu akan dibelikan kembali ". Ujarya.

Sebagai pengawasan dari Dinas, " apabila ada keganjalan terkait hal tersebut, maka akan saya tindak tegas serta memeberikan sangsi teguran kepada Kelompok Kairikil Mandiri atau sekalipun dibarengi bersama Kepolisian. Tegas Cecep.

Wartawan : Prayudi
Lebih baru Lebih lama